Posted in jajan, jalan

Salah membawa berkah – baru tahu ada Sate Enak di Duren Tiga – Bu Yanti


Siang itu jam menunjukkan pukul 14:00, ada waktu yang mendesak. Makan siang dan pergi menghadiri pameran SPE (Society of Petroleum Engineer) 2009 di Jakarta Convention Hall Senayan. Lalu usulan datang dari dua rekan mencoba Sop Sapi di jalan Duren Tiga- Mampang. Lokasinya sederet hotel Kaisar di seberangnya Gg Potlot. Ingat hotel Kaisar ingat Mbah Surip ya tho. Inget Gang Potlot ya inget grup Slank.

Kebetulan jalan ini termasak tempat bersejarah bagi saya yaitu ada gedung alumni saya -sebuah perusahaan mudlogging lokal.

Tetapi begitu mak-jleg kami parkir di warung yang sudah sepi karena waktu makan usai, ternyata warung Sup Sapi sudah pindah. Hanya sihir asap sate dibakar dengan lambaian kipas bambu seperti menyedot sukma membuat saya bak “bambu sakti dari Maluku” yang mengikuti kemana arah kemana asap bergerak.

Maka dengan mengucap mantra lagu dangdut – terlanjur basah ya sudah mandi sekali – Saya memesan Sup kambing, sementara yang lain sate kambing. Sepotong sate kambing saya comot, krenyes-krenyes, dagingnya gurih, bumbunya sate banget (kecap) dan yang jelas selain potongan dagingnya besar juga mudah meleleh di mulut tanpa perlawanan .

Lalu supnya saya sendok dan juga empuk. Wah hebat ini. Sambil makan, mata sayapun “jajan” melihat suasana warung. Ada beberapa foto dipajang, dengan tokoh yang tidak saya kenal kecuali figur hitam putih Iwan Fals sedang menghadapi hidangan di warung yang sama ditemani oleh ibu Yanti. Ketika es kelapa muda mulai saya teguk sampai separuh, nasi mulai kikis menghadapi abrasi sendok, datanglah sepasukan anak muda dengan baju hitam-hitam membawa senjata berupa kamera. Dari seragam dan logo serta “senjata” yang dibawa mereka adalah karyawan TV swasta. Nampaknya mereka memang sudah akrab mengudap disana.

Sebuah pengalaman dari Salah membawa Nikmah. Bu Yanti – aku akan datang kepadamu lagi ya. Jangan salah dengar, kemarin temanku bilang minta satu sendok. Asisten ibu langsung membawakan satu piring nasi. Aku dan bu Yanti saling pandang lantaran kami berdua mendengar order satu sendok.

Saat bu Yanti menepuk keningnya pertanda aku “sudah tua, telinga sudah mulai low-bat..” saya bilang Ibu haji tidak salah, saya juga mendengar order SENDOK bukan nasi. Soal asisten bergegas membawakan sepiring nasi, itu hanya soal kebiasaan kalau ada jari diacungkan artinya “tambo ciek” alias tambah (nasi) satu lagi.

Asisten masih bergeming “saya dengar kata Nasi..” – saya menukas antara NASI dengan SENDOK bedanya di kuping beda lho.

Tapi jadilah siang 5/8/2009 itu suasana warung menjadi akrab. Dan kata orang itu – keahlian saya.

Seperti kata jendral McArthur: “I shall be back..”

Sate Kambing Empuk, Sop kambing juga empuk. Terletak di jalan Duren Tiga, Mampang.
Sate Kambing Empuk, Sop kambing juga empuk. Terletak di jalan Duren Tiga, Mampang.
Pemilik sate Bu Yanti - Duren Tiga dengan latar belakang foto hitam putih penyanyi Iwan Fals masih Gondrong dan Kurus
Pemilik sate Bu Yanti - Duren Tiga dengan latar belakang foto hitam putih penyanyi Iwan Fals masih Gondrong dan Kurus. Ibu ini masih lincah menambah dan menjumlahkan deretan bon dengan cepat tanpa kalkulator. Konon metode "quick count" seseorang berbakat dagang dilihat dari cara berhitung.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.