Posted in Uncategorized

Pembesar Belanda 1610-1941


Kita biasanya gebyah-uyah main pukul rata dijajah Belanda 350 tahun. Padahal dalam penjajahan tersebut ada dua periode yang berbeda. Periode pertama adalah penjajahan pihak Swasta Belanda yaitu VOC 1620-1800, lantas diteruskan oleh pihak Dalem Negeri yaitu Hindia Belanda 1817-1942.

Lantas tanggal 22 Juni selalu dianggap perayaan ulang tahun Jakarta, yaitu saat kegemilangan tentara Banten dipimpin Fatahilah mendesak Portugis sehingga angkat tenda ke laut pada 22 Juni 1527.

Sukses ini dicoba ulangi oleh penggantinya Wijaya Krama alias Pangeran Jayakarta. Namun musuh kali ini adalah Belanda pimpinan Jan Pieterszoon Coen yang sudah mempelajari strategi dan belajar dari kekalahan Portugis. Lantaran masih mengajukan resep perang lama yang ternyata tidak cespleng, maka Kesultanan Banten harus mengakui keunggulan Belanda.

Satu persatu pelabuhan Jakarta ditanami bendera 3 warna pada 30 Mei 1619 oleh JPC. Jauh sebelum terjadi konflik senjata, VOC sudah berdagang dengan kesultanan Banten. Bahkan pada 12 Maret 1619 sebuah Kastil merangkap Benteng diberi nama Batavia. Tak heran hari ulang tahun Batavia edisi belanda diselenggarakan besar-besaran pada 30 Mei.

Dalam arsip Belanda bernama dagregister van het Casteel Batavia disebutkan perayaan ini di hadiri petinggi VOC seperti Gubernur Jendral dan stafnya. Ada parade militer, pawai meriah. Disini dikenal istilah “bededag” yaitu peribadatan tanda syukur bersama.

Dalam era 350tahun, VOC dikendalikan oleh 37 Gubernur. Anehnya gubernur pertama yaitu Pieter Both (1610-1614) , gubernur kedua Gerard Reynst (1614-1615) dan Gubernur Jendral ketiga Laurenn Reael (1616-1619) malahan tidak berkedudukan Batavia. Ada jendral di medan perang, tetapi seperti layaknya kita banyak juga jendral di medan dagang. Nampaknya tiga pertama boleh jadi kita golongkan sebagai terakhir.

Cuma Gubernur Jendral ke tiga yakni Jan Pieterszoon Coen yang tidak sabaran melihat penjualan hasil bumi-rempah harus dikenai pajak kesultanan Banten. Mau keluar gudang harus main semir sana semir sini. Dia pikir cara tilep menilep uang harus dihentikan. Dan terjadilah konflik bersenjata.

Menjadi Gubernur Jendral mustinya oreng yang luar biasa. Seorang pegawai VOC harus mulai dari nol sehingga tak heran manakala jabatan GubJen dipegangnya mereka sudah jompo, dan beberapa meninggal dunia.

  1. Pieter Both  -> 1610-1614
  2. Gerard Reyns -> 1614-1615
  3. Laurens Reael -> 1616-1619
  4. Jan Pieterzoon Coen -> 1619-1623
  5. Pieter de Carpentier -> 1623-1627
  6. Jan Pieterzoon Coen ->1627-1629
  7. Jacques Speczx -> 1629-1632
  8. Hendrik Brouwer -> 1632-1636
  9. Antonio van Diemen ->1636-1645
  10. Cornelis van der Lijn ->1645->1650
  11. Carel Reyniersz -> 1650-1653
  12. Joan Maetsuykers -> 1653-1678
  13. Rijklof van Goens -> 1678-1781
  14. Cornelis Speelman ->1681-1684
  15. Joannes Camphuys ->1684-1691
  16. Willem van Outhorn
  17. Joan van Hoorn
  18. Abraham van Riebeeck
  19. Christoffel van Swoll
  20. Henricus Zwaardecroon
  21. Mattheus de Haan
  22. Diederik Durven
  23. Dirk van Cloon
  24. Abraham patras
  25. Adriaan Valckenier
  26. Johannes Thedens
  27. Gustaaf Willem Baron von Imhoff
  28. Jacob Mossel
  29. Petrus Albertus van der Parra
  30. Jeremias van Riemsdijk
  31. Reynier de Klerk
  32. Willem Arnold Alting
  33. Pieter Gerardus van Overstraten
  34. Joannes Sieberg
  35. Albertus Henricus Wiese
  36. Herman Willem Daendels
  37. Jan Willem Janssens
  38. Sir Thomas Stamford Raffles
  39. Godert A.G.P. Baron van der Capellen
  40. Leonard P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies
  41. Johannes van den Bosch
  42. Jean -Chrtien Baud
  43. Dominique Jacques de Eerens
  44. Pieter Merkus
  45. Jan Jacob Rochussen
  46. Albertus J. Duymayer van Twist
  47. Charles Ferdinand Pahud
  48. Ludolf AJW Baron Sloet van de  Beck
  49. Pieter Mijer
  50. James Loudon
  51. Johan van Lansberge
  52. Frederik s’Jacob
  53. Otto van Rees
  54. Cornelis Pijnacker Hordijk
  55. Carel H.A. van der Wijck
  56. W. Rooseboom
  57. J.B. van Heutz
  58. AWF Idenburg
  59. JP Graaf van Limburg Stirum
  60. D. Fock
  61. ACD de Graeff
  62. BC de Jonge (1931-1936)
  63. AWL Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1941)

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.