Posted in Uncategorized

Hari Arwah


Halaman depan blok (anak) kami di jalan Choa Chu Kang Avenue yang biasanya asri dan bersih kini nampak kotor penuh sampah bak orang habis pesta mercon. Bukan hanya kertas, banyak makanan digeletakkan di jalanan.

Jumat 18/9/2009 adalah hari terakhir bagi para pencinta warisan tradisional Tionghoa untuk menyalakan lilin, membakar dupa, membakar kertas dan persembahan berupa kue apam, apel, arak, tembakau sampai jeruk Mandarin.

Konon sekitar 2 meter dari saya mengetik naskah ini akan berseliweran para arwah leluhur mereka baik yang jahat maupun yang baik menikmati hidangan terakhir di dunia.

Kamar memang dirasuki asap kertas sembahyang, bau dupa.

Bahkan diingatkan untuk tidak menyepak atau sengaja atau tidak sesajen sampai lilin menyala, bekas lidi Hio lantaran selain dianggap melecehkan kepercayaan mereka, kadang timbul akibat yang tak diinginkan.

Untunglah, sekalipun masa sulit, para arwah tidak banyak maunya padahal biasanya persembahan ini ditaruh di altar dengan aneka ragam penganan.  Jendela kamar dibuka ngablak membuat asap dupa masuk kedalam kamar dan untungnya tidak ada arwah yang berangasan atau iseng. Seperti yang diharapkan, mendadak seharian hujan turun sehingga makanan banyak yang basah dan rusak.

Besok pagi – segala ubo rampe upacara menjamu arwah akan dibersihkan oleh petugas yang umumnya berkulit gelap dan berasal dari India. Berbekal semangkuk air, mereka akan mencabuti batang Hio yang masih tertancap di tanah. Bagi yang masih menyala, tanpa ampun kepala hio diblebekan kedalam air Cezzz.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.