Posted in cukur, wara laba

Cukur ala Vacuum Cleaner


Di Sebuah mal di Singapura, Satrio, bungsu saya menyempatkan diri untuk memasuki sebuah barber shop dengan gaya tukang cukur ala Indonesia. Pilihan ini disebabkan nyaris disetiap Mal besar kami menemukan gerai cukur dengan style yang khas, habis cukur ku terus di vacuum cleaner sehinggra rambut tidak menempel baju maupun berterbangan.

Begitu masuk gerai ada sapaan asing yaitu Konichiwa! – mungkin sebagai sandi bahwa barber yang kami datangi adalah franchise dengan perusahaan Jepang. Terang saja saya yang bahasa Jepangnya klasifikasi “Nul Puthul” jadi bingung, perasaan (tentu tidak harus benar), sambutan itu diberikan untuk pagi hari? – kalau Hallo katanya mosi mosi..

Lupakan sambutan aneh Konichiwa. Setelah antri sebentar satu dari tiga petugas menunjuk sebuah mesin tiket. Selembar 10dollar kertas segera ditelan mesin dan digantikan dengan satu karcis. Mungkin gaya jaman sekarang untuk mempermudah audit agar jumlah Tiket harus sama dengan jumlah uang yang diterima.

Karcis seukuran kartu diskonto inilah yang ditunjukkan kepada petugas sebelum mereka cras-cress memotong rambut anda dan harus selesai dalam 10menit.

Selesai dipotong, kepala langsung dihadapkan dengan sebuah selang penghisap debu. Dan selesailah sebuah upacara cukur rambut (ala kering) yang dipukul rata 1 dollar/menit ini.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.