Posted in Uncategorized

Pedagang Dadakan


Warung-warung sekarang menambah daftar dagangannya dengan tusuk sate bambu, arang batok kelapa, panggangan sate. Rupanya para penyalur kelapa muda menyimpan erat-erat sabut dan batok kelapa mereka dan diubah menjadi arang batok manakala Lebaran Kurban tiba.

Biasanya selain daging kurban dibagikan kepada para “mustahik” – alias orang yang dianggap berhak mendapat jatah daging. Tidak mustahal, para panitia ikut berkiprah dengan memotong kambing sendiri, lalu membuat sate beramai-ramai. Orang-orang ini menjadi target operasi pedagang Tusuk Sate, Arang Batok dan panggangannya. Biasanya sampai seminggu kedepan laris manis.

Tetapi tidak jarang kita mendengar orang menjadi kurban daripada kurbannya sendiri. Makan daging kambing tanpa memperdulikan kondisi kesehatan. Akibatnya masuk perawatan dokter

 

Advertisements
Posted in Uncategorized

Jangan Loba


Suami mak Kasih sejak jumat sampai minggu ini cukup repot. Dia dapat job tambahan – membantu menjagal dan membagi daging kurban. dari sana-sini kendati cuma dapat sekerat dua kerat, namun setelah dikumpul – mereka bisa seminggu makan daging terus menerus.

Lalu ada tetangga yang menyembelih daging tambahan dan rasan-rasan bagaimana kalau saya dibagi daging kurban juga.

Eh suami mak Kasih langsung “mewakili saya” – pak Mimbar tidak makan daging begituan, tidak makan nasi, mending dibagikan kepada orang lain saja. Saya yakinkok pak Mimbar tidak marah.

Sampai dirumah, peristiwa “atas nama bangsa Mimbar” – diceritakan kepada mak Kasih sang istri dari 4 anak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Lalu istri berujar “coba terima saja, nanti kan biasanya Pak Mimbar juga memberikan dagingnya kepada kita, lumayan…”

Diluar dugaan, sang suami meninggi suaranya “jangan serakah, kamu sudah dapat bagian…”

Pak Kasih ini kalau jam lima pagi sudah menenteng sepeda bututnya berjualan makanan di sd-sd sekitar Bekasi. Kalau modalnya 100 ribu, dan semua dagangan habis, ia dapat 130 ribu perhari. Tetapi dagang makanan habis adalah peristiwa langka, dan hanya bisa diperoleh kalau hari-hari besar. Dulu pernah menjual tempe mendoan, cendol tetapi preman-preman Bekasi yang menakutkan selalu memalaknya. Dia tidak berani melawan dan memilih tidak berjualan.

Jam 12 malam saya masih melihatnya berjalan gelembat-gelembot menuntun sepeda sambil menggulung celana panjangnya. Musim hujan begini jalanan tanah merah didepan rumah membuat sepeda bisa kepater. Tetapi jiwa besar lelaki yang selalu berlengan panjang ini tidak terkikis oleh keadaan ekonomi rumah tangga.

Hanya kok selalu ya.. Daging yang konon disiapkan untuk kaum dhuafa lantaran datangnya sekali ngegerojog sekaligus – banyak juga yang saya dengar terbuang percuma.

Posted in Uncategorized

Gue Anak Jakarta


Di stasiun bayangan berupa jalan layang Grogol diantara mall Citra Land dengan Universitas Trisakti, bis renta ini terseok lalu distop sekelompok anak-anak berseragam Jingga. Sebagian membawa pataka – mendukung kesebelasannya. Lalu mereka masuk dari pintu depan, pintu belakang dan sampai ke atap bis. Yang bergelantunganpun tidak sedikit.

Saat melintasi mereka saya lihat wajah penumpang “non hooligan” nampak kecut sebab kalau sampai bertemu dengan supporter dengan PATAKA kesebelasan lain, ada satu saja yang mulai melontarkan ejekan maka keributan tidak bisa dielakkan. Ini dari Pataka menjadi Petaka. Lha sesama supporter saja saling baku hantam.

Dari jauh, bis nampak miring kekiri, padahal supirnya duduk di kanan. Persis seperti pesawat hendak berbelok.  Saya hanya bisa berdoa agar anak-anak yang berdiri diatas bis, angkot maupun kendaraan umum lainnya jangan sampai terjatuh jika bis misalnya mengerem mendadak. Pikir-pikir bagaimana mau mengerem mendadak, lha dengan otot tua dan muatan overload bis sudah pasti berjalan separuh direm.  Di TV dilaporkan Persija menang 4:3 terhadap lawan bebuyutannya selama 81tahun.

Jakarta 29 Nov 2009