Posted in gunung pancar

Bersihkan Aura Di Pemandian Gunung Pancar (bagian tiga)


No Kolam Renang

Kesan pertama saat mengunjungi taman Wisata Gunung Pancar dengan Pemandian Airpanasnya adalah “dimana kolam renangnya” – Anda pasti kecele sebab tidak ada kolam renang disini sehingga kalau membawa anak-anak sebagai sarana rekreasi mungkin kurang menggembirakan mereka..

Jarak  warung bu Ratman sebagai “posko” menuju tempat pemandian cukup terjal dan licin sehingga disikapi dengan membuat jalan melingkar dan diberi batu kali yang memang banyak tersedia dikawasan ini.

Begitu terjalnya sekalipun cuma jarak dekat membuat Senior saya ngos-ngosan. Asmanya kumat dan kambuh pula temperamentalnya.

Nyaris terjadi adegan walk-out kalau tidak dibujuk bahwa semua usaha kemari adalah demi kesehatannya.

Suam-suam Kuku

Karena airnya tak terlalu panas mudah bagi kita berendam tanpa harus nyengir lantaran kulit bak ditempel koyo cabe. Pengelola disini menggolongkan pelayanan bagi yang ingin menyendiri, bersama keluarga, atau rame-rame berendam.

Untuk menggambarkan luasnya sebuah baskom besar yang bisa memuat lima orang, saya potret seorang putri ayu disini. Dia memakai lulur lumpur yang tersedia disana.

Kebetulan saat pemotretan ala “spanyolan” dilakukan, hujan lumayan mengguyur kawasan GunungPancar, akibatnya beberapa buah sebesar kelereng dan bola bekel pada bercatuhan menimbulkan tetabuhan tersendiri.

Maksimum berendam di kobokan keluarga ini adalah dua jam. Kecuali kalau anda mau merogoh extra sewa tambahan berendam.

Lalu masih ada ruang berendam bersama-sama, masuknya bersama orang dari RT lain, Kelurahan lain sampai propinsi lain.

Kalau anda ingin yang lebih sendiri. Disediakan kamar pribadi dengan catatan hanya boleh sejenis dalam satu kamar. Pasangan suami istripun dilarang masuk kamar ini. jadi kepikiran kalau Riyan van Jombang pasti akan memanfaatkan kelemahan dari aturan ini.

Bilamana anda ingin lebih fokus berobat, maka disediakan seorang terapis yang bertugas menembakkan air hangat bertekanan tinggi sehingga diharapkan pori-pori tubuh terbuka dan anda merasa segar bugar.

Seperti juga urusan totok dan akupressure, sentakan air tadi akan berpengaruh bagi yang memang mengidap penyakit tertentu. Anda bisa meringis antara nyaman dan ngilu ketika “misalnya” telapak kaki ditembak air pancar panas.

Ternyata ditempat ini juga disediakan tarif rawat inap. Bagi penderita penyakit yang ingin lengkap satu “kir” mau tidak mau diinapkan agar lebih mudah bagi penderita menjalani terapinya.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.