Posted in gempa, gempa. lindu, gunung sitoli, Nias

Di Gunung Sitoli – warga mendeteksi Gempa dari Dispenser Air


SELAMAT BERKAT KESAKTIAN AIR DISPENSER

Begitu Gempa berskala 7.2 mengguncang Aceh, saya menilpun adik perempuan bungsu yang tinggal disana. Alhamdulilah, ibu dari Arwa yang sedang di pesantren tapi boros, Tabina dan Ashraf ternyata aman dan terkendali – kaya bahasa satpol. Lalu ingat dengan ipar lelaki saya – Rojali. Ini anak lahir besar, kawin di Jambi dan baru seumur Jagung Hibrida dia pindah ke Pulau Nias. Sementara belum mendapatkan perumahan, maka istri dan ketiga anaknya ditinggalkan di Jambi.

Tidak berapa lama tilpun diangkat. Setelah berbasa basi saya menanyakan pasca lindu.

Saya tinggal di Gunung mas. Laut Cuma lima puluh meter dari rumah. Waktu subuh ada gempa, saya lari ke bukit pontang panting menyelamatkan diri. Mana lampu mati lagi, dengan logat Jambi yang medok. Mereka menyebut Listrik Padam dengan Lampu Mati…

Langsung otak saya melukis tanda tanya, kok tidak nyambung…. Tinggal di Gunung Sitoli tetapi cuma berjarak setengah panjang lapangan bola dari laut. Apa gerangan dengan lari ke bukit yang jelas lebih rendah daripada Gunung Sitoli.

Untung penasehat spirituil saya yakni mbah Gugel dan Eyang Wiki langsung datang dan memberikan penerangan kepada saya.

Oalaahhh, ini gara-gara Ilmu Bumi ku jeblok melulu. Gunung Sitoli adalah nama Ibu Kota NIAS.

Tobil.. tobil Anak kadal.. Lagian saya sudah terpaku pada kata mentang-mentang.

Mentang-mentang pakai SI, tidak otomatis berasal dari Sumatera Utara. Seperti kebiasaan awal kata CI – harus selalu dari Jawa Barat.

HARUS ADA AQUA DALAM RUANG TIDUR 

Kepercayaan modern apa lagi ini yang diceritakan oleh Rojali? Ternyata saat dia tidur di Gunung Sitoli yang bukan gunung, ia melihat air aqua dalam kamar tidurnya seperti gentong berisi penuh air, lalu dinaikkan ke kendaraan yang melewati jalan berlubang parah.

Seperti ada energi yang mengangkat air dan botolnya. Bahkan botolpun ikutan terlempar.

Seiring dengan menggelundungnya botol aqua dari dispenser, Rojali mendengar Azan berkumandang, Atas Nama Bapa disebut dikiuti Sopo Siro Sopo Ingsun.

Seperti menambah galau, listrik otomatis padam gulita di pagi buta.

Ternyata warga Nias sudah berpengalaman akan gempa. Tanpa pikir panjang mereka berteriak mengingatkan satu sama lain untuk berlari dari Gunung Sitoli naik ke bukit tak bernama. Sambil bertemperasan mereka sebentar-sebentar menengok kebelakang apakah air laut mendadak surut, sebagaimana indikasi kuat akan ada serangan Tsunami. Ternyata ditunggu sampai bisa disambi nyetrika, air manteng saja. Artinya keadaan aman dan terkendali.

PAKAI KUNCI KAYU RENG 20cm yang ditengahnya dipaku.

Warga Gunung Sitoli- yang Ibukota Nias (biar aku hapal) – dilarang menggunakan kunci. Mereka hanya memanfaatkan sebilah kayu reng yang bagian tengahnya dipaku. Persis jaman saya kecil. Pasalnya kalau pakai kunci kelas YALE (bukan KW), begitu ada gempa, bangunan rumah bergeser dan berubah bentuk, pintu seperti dicor habis. Kita bisa konyol terjebak didalamnya.

Adakah kerusakan berarti setelah gempa?, ternyata bangunan yang didesign oleh BLR – memang terbukti tahan gempa.

Sementara istrinya bersikeras harus cabut dari Jambi ke Nias menemani sang suami dalam suka dan duka, dalam sehat dan sakit. Mudah-mudahan seperti pintanya dalam doa, Rojali tidak terlalu lama tidur sendirian, di kamar tamu lagi. Anak ini dalam keadaan stress, karena seumur-umur belum mengalami gempa yang 7,2 Richter.

Memang repot rasanya tidur selalu dihantui gempa.

Waktu saya tanya “masakan apa yang spesial di Gunung Sitoli,” tanpa banyak pikir dia jawab, biasanya aku masakan Padang!

Ah itu sih masakan Gunung Singgalang..
Dan Aqua dispenser memiliki peran ganda – sebagai penghilang dahaga- sebagai alat detector gempa yang sudah dibuktikan keampuhannya.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.