Posted in geology, mudlogger, mudlogging, Rock Color

Rock Color


Kebiasaan kami para mudlogger kalau mendeskripsikan warna batuan sebaiknya menggunakan template (contoh) warna yang standar agar tidak acak adut.

Tetapi belakangan disadari bahwa Himpunan Ahli Geologi Amerika sudah tidak mengeluarkan album warna tersebut. Dan inilah jenis album warna yang masih mengambil dasar dari Munsell. Dibuat dari bahan plastik dan dibinder dengan lebih baik sehingga diharapkan tahan lama.

Posted in bola

Mendadak Ghana


Sederhana saja, sehari menjelang Jabulani digulirkan dan Vuvuzela ditiup saya melewati kamar MatSale pada berkumpul. Salah satu dari supervisor saya melambaikan tangan sebagai isyarat agar masuk ke kamarnya.

Here come the gentleman that I am looking for..,”: serunya dengan rambut jabrik diberi cincau putih agar tetap sikap sempurna. Dalam keadaan sehari-hari, setiap saya memasuki kamarnya, wajahnya penuh waspada sebab umumnya ada masalah dalam pekerjaan.

Dia nyerocos soal worldcup, celebrate – dan saya cuma menangkap isyarat “how much.. and how how…”– Pikir-pikir nggak beda dengan urusan RT. Pertama kata-kata meliuk-liuk, buntutnya Jleg– iuran RT, Kamra dan biaya sekian…

Lantas saya diajak kekamar penggede lain. Rupanya banyak MatSale lain sedang berkumpul. Intinya (ikutan ustad Zainuddin MZ), saya diajak arisan piala dunia. Intinya, saya menaruh uang 100 ribu, lalu tangan saya merogoh sebuah kantung, dan sret – saya dapat republik GHANA sebagai jagoan yang digadang-gadang.

Dan ini kali saya bermain taruhan dalam hidup saya.

Sejak itu keluarga di rumah melihat perubahan sikap saya. Dulu nonton piala dunia “sak-derma” – alias sekedar ikutan aliran air, sekarang menjadi Zerius. Dan cerita Wisnu, Karin, Agnes yang jahat terpaksa duduk di bangku cadangan untuk sementara.

Malam ini Rabu 23 Juni 2010 seyogyanya komputer dan global-connect untuk mengikuti Webminar (Seminar melalui Microsoft Communicator), dengan Host dari Celle (German). Tapi kendati saya sudah mengklik Accept – webminar, mendingan manteng di layar televisi.

Semua gara-gara . Ghana..

Posted in Uncategorized

Cedera gara-gara tidur


Sering dong kita bangun tidur bukan segar yang dirasakan melainkan pegal-pegal disekujur badan. Bahkan ada yang sampai “tengeng” alias leher kaku tidak dapat digerakkan sama sekali.

Pasangan hidup saya, Erni, sudah cukup lama mengalami “sempleh” macam burung derkuku patah sayap. Pada bahu kirinya cukup lama. Dikira cuma keseleo biasa. Lama kelamaan kok keseleo makin “minta jantung.” Mirip perangai anggota legislatif kita yang penghasilannya sudah begitu gede, lalu masih neranyak (ngelunjak) minta “Pork Barrel” lenbih guede lagi.

Puncaknya – memakai Bra atau baju harus dibantu seseorang. Jangan coba memeluknya. Ia akan menjerit. Lalu masuklah saran-saran yang berbiak macam video PeterPorn. Ada yang menduga – kolesterol. Jantung, Asam Urat, Keropos Tulang, Darah Tinggi, gejala menopouse dan seabreg bujet “mungkin dan mungkin..”

Dan ini dia-eng ing eng. Tak sedikit menyangka akibat di guna-guna.

Ternyata penduduk Indonesia se republik saya banyak yang Profesor-Doktor- dalam mendiagnosa penyakit. Mungkin disamakan seperti habis baca Suara Merdeka kita bicara politik.

Setelah melakukan serangkaian terapi mulai dari URUT –TERAPI REFLEKSI, masih belum enteng, pergi ke AKUPUNGTUR – hasil kosong-kosong.

*** Pemeriksaan dengan MRI – Magnetic Resonance Imaging..***

Dalam satu kesempatan menghadiri sukuran anak kerabat. Kami bertemu sahabat lama. Sebut saja mbak Nani pensiunan perawat.Dia menyarankan untuk ke dokter spesiali MRI di kawasan Karawaci. Bahkan beliau bersedia menjadi relawan. Pagi-pagi sudah di RS untuk ambil nomor atas nama Erni (Joki ya..). Dan menunggu pekerjaan terapi yang berdurasi lima jam. Setiap hari Senin.

Pemeriksaan dengan Magnetic Resonance Image ini mengharamkan pasiennya batuk. Bisa gagal. Padahal begitu lihat perkakas yang bertebaran, ruang AC yang dingin serta merta tenggorokan terasa gatal ingin ..batuk atau berdehem.

Hanya dokter wanti-wanti minta kesabaran yang tinggi. Singkatnya jangan menyerah. Tidak seperti makan cabe, sekali klethus (kunyah), langsung terasa pedasnya.

*** AKIBAT POLA TIDUR ***

Penyebabnya sederhana “POLA HIDUP” tidur. Cara tidurnya yangt selama ini cenderung menaruh tangannya diatas kepala seperti gaya tidur “Cape Deh”. Yang membuatnya cedera tissue bahu.

Persis seperti issue Carpal Tunnel – yaitu cedera akibat jari tangan dan jadi digunakan terus menerus – seperti tugas sekretaris.

Kalau ada yang bilang posisi tidur mencerminkan watak anda. Maka catatan ini boleh diperpanjang, juga mempengaruhi kesehatan anda.

Posted in Uncategorized

Ketika Singapore Banjir 2010


Bukan rekayasa. Foto juga tidak disamarkan. Memang tidak ada paha bertato, atau lengan “berotot” – tetapi ada banjir air. Aseli.

Judul email di hari Rabu 16 Juni ini aneh Wet-Wet-Wet Wednesday. Rupa-rupanya kota Singapore sedang dilanda percobaan. Banjir di Orchard Road langsung melumpuhkan segenap sendi kehidupan kota. Padahal mereka tidak punya Kambing Hitam seperti warga buang sampah ke kali, warga mendirikan bangunan di Kali. Lha wong kawasan Quay Clarke saja membutuhkanb waktu 10tahun lebih dikeruk dan dikeruk agar kali Singapura tidak menjadi dangkal. Tapi kenapa ya bisa banjir juga…

Lucy Lum dalam Autobiografinya menulis pada tahun 1945, kawasan Tanglin pernah terjadi banjir. Sekali waktu ia terpeleset dan masuk dalam gulungan banjir. Kepalanya terantuk sesuatu dan dalam air ia tak sadarkan diri. Ada rasanya nayaman menyelimutinya. Tiba-tiba sebuah tangan mengangkatnya. Seorang lelaki berkacamata tersenyum sambil mengatakan “kamu selamat..” – Luci lalu dibawa kepinggir. Saat orang mengerubunginya, sang penolong sudah tidak nampak. Luci berteriak memanggil sang penolong, yaitu ayahnya. Jelas saja orang kebingungan sebab tak ada seorangpun melihat Luci bersamanya.

Seorang teman sekelasnya malahan membuat lingkaran dipelipisnya “gila” – katanya. Karena ia tahu ayah Lucy sudah lama meninggal dunia.

Yang unik seorang tetangga pemilik warung tempat ia berteduh membawakan segelas teh hangat dan ia melihat Lucy bukan tenggelam melainkan berenang ditengah banjir. Peristiwa ini membuat Lucy merasa bahwa sekalipun sudah dialam lain sang ayah masih berada mengawasinya.

Lucy lalu mendatangi medium yang bisa memangil arwah di kawasan China Town. Tetapi pesan ayah melalui medium bahwa penderitaan dalam hidup harusnya menjadi semangat untuk berjuang. Jangan sekali-kali mencoba bunuh diri seperti yang ia lakukan ditengah banjir.

Pesan terakhir, jangan menangisi kepergian sang ayah apalagi memanggilnya melalui medium. Perjalanan kedunia teramat panjang dan menyakitkan.

Foto kiriman tetangga sebelah langsung dari Singapore

Posted in Uncategorized

Masuk Masjid – Alat Komunikasi Musti OFF- Akan Tetapi…


Jumatan yang baru lalu para ibu dan non ibu dari kantor ajak salat di Komplek Departemen Pertanian. Maksudnya yang pria menjalankan jamaah, sementara para ibu2 dan non ibu berjamaah ke pasar tumpah ruah “jumatan” didalam komplek departemen. Suasana memang mirip bazar. Restoran yang kondang disini adalah Ikan patinnya. Saya sih apa saja enak dan enak sekali.

Masjid jami(k) cukup besar dan dingin karena tiupan fans dimana-mana. Satu hal kita harus mengikuti prosedur standard dimana-mana yaitu alat komunikasi dimatikan. Saya memang tidak mendengar dering tilpun, vibrasi atau teman yang asik ber SMS saat mendengarkan khutbah.

Huebat.. sebuah demo displin yang saya lihat sukar dilakukan secara bersamaan. Pak khatib sendiri sekalipun materi khotbahnya mengajak kita menekan keinginan berperang. Jadi suporter olah raga, berperang dengan suporter lain atau sesama suporter. Petugas cuma jalankan tugas dikeroyok sampai tewas oleh tangan yang bepakaian simbol agama. Orang tinggal dikawasan Chiben – digusur semena-mena. Cuma lantaran cara bacanya datar maka perlahansaya menguap.

Begitu ajakan salat dikumandangkan maka semua hadirin berdiri. Suasana hening khusuk mendengarkan lantunan doa sang Imam di Mimbar – tetapi eng ing eng … mulai terdengar suara alat komunikasi lain yang stereo. Mulai dengan suara dehem dikanan, dehem dikiri, ngikil didepan pokoknya sekitar saya. Banyak juga suara batuk kering – alias tenggorokan gatal tetapi batuk tak kunjung tiba.  Rupanya alat komunikasi alam nggak bisa diajak berdamai..

Musim pancaroba begini memang banyak yang masuk angin. Terkena serangan jalur pernafasan. Tetapi yang paling menyerang adalah gara-gara bergadang memelototi si Jebulane – maksud saya Jabulani.

Posted in Pribumi

Asli (Tegal) Pribumi (YA!)


Sabtu ini saya meluncur ke kawasan Duri Kosambi – Cengkareng- untuk menghadiri pernikahan anak kerabat. Disebuah lokasi lapak material rumah bekas yang luluh lantak rata dengan tanah akibat dibakar sekelompok masa Forkabi versus Madura. Konon kawasan ini milik pengusaha Probosutejo yang diperebutkan kedua kelompok.

Di sebuah lapak bahan bangunan yang masih berdiri segar. Saya senyum kecut sebab pagar pintunya ditulis *** ASLI PRIBUMI ***. Tetapi nampaknya ada yang protes sebab mereka kenal dengan pemilik lapak sehingga diantara tulisan ASLI dan PRIBUMI ditambahkan TEGAL YA… Anda mohon membayangkan suara dalam milik pelawak Kholil yang terkenal dulu dengan rambut poninya.

Seperti diketahui pada 31May 2010 terjadi bentrokan antara dia warga yang satu mengaku dari Betawi dan lawannya tak asing lagi Madura. Bentrokan yang memakan korban clurit ini akhirnya meluas ke pembakaran lapak Madura.

Jakarta 19 Juni 2010