Posted in Uncategorized

Masuk Masjid – Alat Komunikasi Musti OFF- Akan Tetapi…


Jumatan yang baru lalu para ibu dan non ibu dari kantor ajak salat di Komplek Departemen Pertanian. Maksudnya yang pria menjalankan jamaah, sementara para ibu2 dan non ibu berjamaah ke pasar tumpah ruah “jumatan” didalam komplek departemen. Suasana memang mirip bazar. Restoran yang kondang disini adalah Ikan patinnya. Saya sih apa saja enak dan enak sekali.

Masjid jami(k) cukup besar dan dingin karena tiupan fans dimana-mana. Satu hal kita harus mengikuti prosedur standard dimana-mana yaitu alat komunikasi dimatikan. Saya memang tidak mendengar dering tilpun, vibrasi atau teman yang asik ber SMS saat mendengarkan khutbah.

Huebat.. sebuah demo displin yang saya lihat sukar dilakukan secara bersamaan. Pak khatib sendiri sekalipun materi khotbahnya mengajak kita menekan keinginan berperang. Jadi suporter olah raga, berperang dengan suporter lain atau sesama suporter. Petugas cuma jalankan tugas dikeroyok sampai tewas oleh tangan yang bepakaian simbol agama. Orang tinggal dikawasan Chiben – digusur semena-mena. Cuma lantaran cara bacanya datar maka perlahansaya menguap.

Begitu ajakan salat dikumandangkan maka semua hadirin berdiri. Suasana hening khusuk mendengarkan lantunan doa sang Imam di Mimbar – tetapi eng ing eng … mulai terdengar suara alat komunikasi lain yang stereo. Mulai dengan suara dehem dikanan, dehem dikiri, ngikil didepan pokoknya sekitar saya. Banyak juga suara batuk kering – alias tenggorokan gatal tetapi batuk tak kunjung tiba.  Rupanya alat komunikasi alam nggak bisa diajak berdamai..

Musim pancaroba begini memang banyak yang masuk angin. Terkena serangan jalur pernafasan. Tetapi yang paling menyerang adalah gara-gara bergadang memelototi si Jebulane – maksud saya Jabulani.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.