Posted in bola

Mendadak Ghana


Sederhana saja, sehari menjelang Jabulani digulirkan dan Vuvuzela ditiup saya melewati kamar MatSale pada berkumpul. Salah satu dari supervisor saya melambaikan tangan sebagai isyarat agar masuk ke kamarnya.

Here come the gentleman that I am looking for..,”: serunya dengan rambut jabrik diberi cincau putih agar tetap sikap sempurna. Dalam keadaan sehari-hari, setiap saya memasuki kamarnya, wajahnya penuh waspada sebab umumnya ada masalah dalam pekerjaan.

Dia nyerocos soal worldcup, celebrate – dan saya cuma menangkap isyarat “how much.. and how how…”– Pikir-pikir nggak beda dengan urusan RT. Pertama kata-kata meliuk-liuk, buntutnya Jleg– iuran RT, Kamra dan biaya sekian…

Lantas saya diajak kekamar penggede lain. Rupanya banyak MatSale lain sedang berkumpul. Intinya (ikutan ustad Zainuddin MZ), saya diajak arisan piala dunia. Intinya, saya menaruh uang 100 ribu, lalu tangan saya merogoh sebuah kantung, dan sret – saya dapat republik GHANA sebagai jagoan yang digadang-gadang.

Dan ini kali saya bermain taruhan dalam hidup saya.

Sejak itu keluarga di rumah melihat perubahan sikap saya. Dulu nonton piala dunia “sak-derma” – alias sekedar ikutan aliran air, sekarang menjadi Zerius. Dan cerita Wisnu, Karin, Agnes yang jahat terpaksa duduk di bangku cadangan untuk sementara.

Malam ini Rabu 23 Juni 2010 seyogyanya komputer dan global-connect untuk mengikuti Webminar (Seminar melalui Microsoft Communicator), dengan Host dari Celle (German). Tapi kendati saya sudah mengklik Accept – webminar, mendingan manteng di layar televisi.

Semua gara-gara . Ghana..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.