Posted in tol

Isi Ulang kartu Tol – ATM anda harus digesek dari bawah ke atas


Gara-gara Tol naik, saya tidak menyangka dampaknya adalah saldo di E-tol sudah menipis lebih cepat dari awalnya.

Jumat 30/7 pagi saya sudah berdiri didepan petugas Top-Up di sebuah bank penyedia jasa tersebut. Sebut saja Mandiri. Lantaran nasabah sedang berjubel sehingga menimbulkan antrean cukup panjang petugas nampak kewalahan. Saya lihat mesinnya ada didepan mata disertai cara mempergunakannya.

Gaptek ya Gaptek tetapi jangan terlalu – suara kecil dikepala mengingatkan saya.

Pertama mempelajari cara kerja mesin gesek dan mesin tempel. Bentuknya tak asing mirip kalkulator bagian keuangan yang keluar kertas cetakannya. Ah setiap transaksi pakai kartu debit atawa kartu kredit barang ini selalu hadir.

Maka saya pencet MENU diikuti Pre-Paid diikuti topup, nominasi 300.000 dan Voilla.. saya diminta menggesek kartu Mandiri saya.

Dengan cermat baca dan lihat diujung atas kanan ada ikon cara meletakkan kartu serta petunjuk posisi pita bermagnitnya.

Dengan yakin – saya masukkan kartu dari atas dan perlahan digesek kebawah… Jadi gerakannya seperti sedang mengiris kue tart ulang tahun dari Atas ke Bawah…

Tetapi apa daya tulisan aneh muncul

DO NOT HONOR

Sekali lagi saya coba, hasilnya gagal maning..gagal maning……

Akhirnya saya minta tolong petugas.. Ternyata kartu harus digesekkan dari bagian pantat baru kekepala…

Saya pikir saya tidak perlu seahli Profesor Langdon dalam Da Vinci Code – sebab tanda START menggesek memang dipasang pada bagian atas bukan dibagian bawah…

Memang – kartu berhasil ditopup cuma saya penasaran mengapa cara mengeseknya dibalik.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.