Posted in singapore, singapura

Ketika (melihat) Manusia bermain Tasbih dari Orchard Road


This slideshow requires JavaScript.

Tasbih kayu ini mengingatkan saya dalam suatu perjalanan di kawasan Cirebon tatkala melewati kompleks makam Sunan Gunung Jati. Biasanya cuma digantungkan di kedai suvenir begitu saja.

Tetapi ditangan pria berbaju merah di Orchard Road – Singapore ini mampu memainkan tasbih selain untuk kesehatan jiwa juga menjadi fit – ia sudah berumur tetapi masih nampak lincah dan pejal.

Angin pusaran yang dihasilkan pria ini cukup tajam juga menandakan bahwa ia bola kayu yang ia rangkai menjadi semacam tasbih bukan barang seringan plastik.

Kadang kita bisa mendengarkan gemeretak suara kayu saling beradu dengan tubuhnya.

Kalau saja ia berpakaian ala Pendeta Budha kita bakalan terkecoh dia seorang Monk ahli KungFu. Tetapi mungkin saja ia ahli kungfu sebab nampak kuda-kuda kakinya begitu kokoh dan kalau diperhatikan staminanya luar biasa, ia bisa bermain tanpa henti dan tidak ngos-ngosan.

Paling-paling mengaso  sebentar untuk meraih botol minum logamnya. Lalu bermain lagi. Wuuut..wuut.

Pria Bertasbih ini kami panggil “Uncle Happy Man..” karena sambil memutar hula-hopnya ia juga bertepuk dan terkadang mengangkat sebelah kakinya. Memutar biji tasbih untuk pria ini ternyata membuatnya menjadi manusia periang dan ramah serta sehat jasmani dan rohani.

Di depannya teronggok aneka macam tasbeh pelbagai ukuran, lalu kliping dari koran setempat mengenai pemberitaannya. Sebuah kardus berisikan koin hasil sumbangan penontonpun nampak disiapkan. Sepertinya atraksi ini diredhoi pemerintah setempat.

Ia bisa dijumpai di pelataran Takashimaya depan Ngee Ann City.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.