Posted in cellular, hp, tilpun genggam

Begitu dekat…begitu nyata… Kenyataannya signal HP empot-empotan


Nyatanya demikian. Dari balik kamar kerja lantai enam, BTS providel tilpun selular ini nampak angkuh dan dekat. Pemandangan begitu bebas tanpa terhalang pohon atau bangunan lain. Kalau saya buka jendela kantor di lantai enam maka pikir-pikir satu lemparan batu pasti menara sudah kena timpuk. Kalau yang melempar David dan yang dilempar Golliath.

Teorinya demikian. Kenyataan lapangan berbunyi lain. Signal HP diterima macam radio baterei 1 band dimasukkan gentong tanah liat. Cempreng dan meliuk-liuk.

Akibatnya manakala dapat panggilan tilpun saya mbanyaki ubek-ubekan macam ayam mau nelor cari tempat dipojok kiri salah, pojok kanan salah hanya untuk mendapatkan signal yang lebih baik. Seorang teman SAN – berkantor di salah satu lantai di gedung yang nampak dalam foto Gedung Elnusa. Kami saling berhape dengan susah payah kendati kalau pakai teropong mungkin saja kami dapat saling melihat satu sama lain. Nyatanya tidak demikian.

Kadang kalau sudah sampai tarap frustasi, terpaksa berlari keluar kantor dan mojok disudut tangga darurat macam sedang ngobrol dengan sepianya.

Dar lantai enam, kubuka jendela kaca. Untuk menempelkannya, dibelakang kaca saya taruh lempeng besai pantat perforator panjang. Untung magnit bisa tembus kaca 5mm.

Lantas atas saran beberapa teman dicoba dengan memasang antene tambahan agar bisa diinduksi signalnya. Sayang antene ini menghendaki body besi atau metal sebagai pegangannya. Sementara yang ada diruang kerja hanya meja kayu, kaca dan aluminum. Tetapi saya nekat. Antara dudukan antene dengan kaca saya beri sekat lempengan besi. Sekedar bisa menempel. Mujurnya sang magnet cukup kuat menembus kaca 5mm.

Sebetulnya caraku ini yang ngawur babar blas sama sekali. Antene ini fungsi utamanya untuk menguatkan signal USB modem M2 saya yang akhirnya saya “abuse” dicoba menerima signal HP. Namanya coba-coba.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.