Posted in hp, penipuan melalui sms, Uncategorized

Kirim Pulsa ke Mama Ya…


Malam  ini kami belajar membentuk ketupat dari pak Lanjar sang driver kepercayaan kami. Kecuali saya yang lebih suka membuka FaceBook lalu mulai towal-towel Keponakan yang doyannya menyebar luaskan (broad casting) pesan-pesan mirip dunia dongeng, misalnya mendapatkan IPAD cuma dengan ngeklik sebuah Link. Atau menteror temannya dengan mengatakan bahwa kalau pesan dari “Orang Suci”  tidak disampaikan ke 10email address kita bakalan celaka. Saya paham keponakan saya kurang berkenan dengan kebawelan saya tetapi mudah-mudahan kelak ia bisa menangkap pesan. Intinya jangan menulis Email atau posting yang cuma sekedar copy paste dari internet.

Sudah waktunya bagi anak kelas 1 SMP ini mulai ber BBM atau EMAIL yang bertanggung jawab dan semoga cerdas dan kritis.

Lalu pembicaraan disela menganyam serpihan daun kelapa ini bergeser ke isue penipuan berjudul  SMS kehabisan pulsa, atau SMS mama masuk rumah sakit entah apa lagi.. Sebagai ilustrasi,  Satrio anak saya sempat mengkonfirmasi bahwa ada SMS bilang mamanya di Rumah Sakit. Saya bilang itu SMS penipuan.

Lalu Anita, salah satu tamu peserta kursus membuat kulit ketupat nimbrung – “Emang Hare Gene masih ada orang ketipu SMS. Bodoh sekale.”

Ketika jam 22 masih kurang seperapat, kulit ketupat sudah jadi 30buah dengan ukuran berantakan. Orang geologi bilang “poorly sorted” maka para peserta kursus (ecek-ecek) pada pulang. Tidak terkecuali Zus Anita.

Pagar kami kunci, orang rumah kembali menikmati serial TV judul  DIMANA MELANI yang isinya sebetulnya dimana tidak ada ruang zonder Selingkuhan.  Termasuk pak Kombes Dony yang bukan mengudak-udak jabatan Kapolres tapi malahan istri orang dan tidak lima menit – dia sudah –kring – tilpun dari Anita berteruiak. Pikir ada barangnya ketinggalan.

Ternyata Zus Anita bercerita bahwa begitu masuk rumah mbak Angel mantunya yang tinggal serumah dengannya buru-buru menubruk dengan pertanyaan  “Mama, pulsa yang aku kirim kartu AS Mama yang baru sudah masuk belum..

Deg…., Anita jadi ingat pembicaraan kami belum beberapa menit….

DODOL..” – hare Gene- mantu Guwe kena Limapuluh Ribu Rupiah.. Lagian seumur-umur mamanya yang beliin pulsa kenapa pakai ganti peran…, gerutu wanita berdarah Ambon ini. Padahal tadi siang dia parkir motor ke sebuah Bank di Jakarta, dan selesai transaksi dia sempat panik, kunci motornya sudah tidak bisa dipakai lagi. Sepertinya ada komplotan sedang berusaha mendongkel sepeda motornya.

Kejadian Sebenarnya

Pondok Gede 31 Agustus 2010

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.