Posted in singapore, singapura

Kafilah berlalu ternyata bunyinya tak sedap.


Kebiasaan buruk saya manakala hendak bepergian selalu gelisah. Tidur selalu diselingi bangun berkali-kali, makan jadi tak nyaman. Perut terasa kembung.

Maunya naik kendaraan langsung menuju tujuan. Tidak terkecuali saat hendak bepergian berombongan. Taxi yang kami panggil sudah datang, ada saja anggota keluarga yang menghilang sepertinya tidak afdol satu hari kalau tidak mengerjakan sesuatu didetik terakhir. Boleh jadi cara pengungkapan sawan bepergian yang lain daripada saya.

Begitu sampai di Airport – mereka pada ribut lapar dan terpaksa mampir ke kedai Hamburger.  Heran – mulut kecil kalau diempani makanan impor nggak protes sama sekali.

Beda dengan perut saya.. Begitu mengudap roti berdaging dicolek sambal sasetan, perut langsung bereaksi.

Saya masuk toilet yang dijaga seorang lelaki tua berambut cepak dan beruban. Pandangan matanya menyiratkan gaya pemimpin besar mereka yang legendaris. Tapi perduli apa, saya sudah kebelet sehingga hanya bisa diimbangi oleh suara petasan cabe rencengan. Baru saja terlepas, encek penjaga toilet yang dari posisi semula berdiri dekat pintu toilet nyeletuk bahasa Malay “macam kafilah punya…”

Ternyata dia punya pengertian sendiri akan kafilah… Sementara saya berperasaan kafilah adalah rombongan onta di padang pasir yang bergerak tanpa suara, kecuali dengus sang unta, maka si Encek berpendapat : suara yang beruntun- bagai barisan unta.

Akkirnya saya keluar sambil bertukar senyum. maksud saya, saya senyum, sementara encek melihat seperti PM Lee memandang aduan ayam dimasa mudanya. Sejak itu peribahasa Kafilah berlalu sedikit mulai campur bawur dibenak saya.  Oh Changi…

Changi 30-Dec-2010

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.