Posted in travel

Dua malam di Hotel – Bumi Empal Gentong


Hotel dengan arsitek kolonial
BIsa dipakai untuk dua orang.. Tetapi colokan listrik musti bergantian dengan lampu duduk

Entah mengapa, kali ini hotel-hotel yang biasa kami datangi pada penuh. Pihak SmailingAmex memilihkan sebuah hotel yang memang lokasinya strategis, ditengah kota dan dekat dengan stasiun kereta api.  Saya langsung menjamah link TravelAdvisory dengan isi yang meratap. Tetapi nasihat anak muda Trinity – bahwa menikmati perjalanan tidak selalu harus kamar ber AC, makan kenyang tidur nyenyak. Semua yang diluar dugaanpun perlu dinikmati.

Kenikmatan pertama.

Lantaran melihat ruter internet bergantung di ruang lobby ditambah ada signal wireless masuk ke komputer, saya tilpun pihak hotel. Pertama adalah jawaban ramah “Ada yang Bisa Dibantu..“, lalu saya tanyakan username dan password untuk mengakses internet. Diujung tilpun dia terdiam sebentar dan kali ini suaranya sama seperti kalau anda mendapat hadiah sebuah motor… “Kebetulan sekali pak…. Internet sedang rusak…” – wah lemes aku.. Rusak kok kebetulan lho…Padahal internet sangat penting bagi kami yang harus mengirimkan laporan..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.