Posted in sotoy

Terlanjur SOTOY


Jam 06:00 pagi, masih diruang belakang sambil mengantuk saat kami berada didepan pintu Tol Halim Jakarta. Harap maklum  jarum menujukkan jam 04:00 lebih sedikit saya harus sudah harus di kamar mandi. Coba saja menawar barang seperempat sampai setengah jam – resiko rapat pagi di Pertamina bakalan terlambat. Apalagi konon sedang menikmati hari-hari menjelang kelumpuhan total kendaraan.

Ini Jakarta menjelang Kiamat Kendaraan tahun 2012 seperti diramal beberapa ahli, maka uap  panas mulai terasa.  Betul saja jam segini, kendaraan sudah saling pagut, suara tat tet tot klakson tak sabaran dari pengemudi mulai meramaikan suasana.

Di depanku ada sebuah kendaraan terlanjur Avanza yang nampaknya mengalami masalah membuka gerbang tol. Sepertinya karcis E-Tol mengalami gangguan. Entah kopi kurang pahit tadi pagi, maka mendadak saya mengklik website dalam otak “SOTOY.COM” – masih ada juga badut masuk jalur yang salah-maksudku masuk jalur pakai E-Tol tetapi sonder kartu magnet.

Seorang bapak paruh baya nampak turun mendekati kendaraanku. Karena ini Jakarta – sikap ini boleh ditandai sebagai isyarat SIAGA-1.  Nampaknya pria berbatik ini memberi signal agar kaca mobil dibuka. “Boleh pinjam karcis E-tol- saya punya tetapi dananya kurang..” – katanya sopan.

Saya yang masih mengantuk mendadak jengkel dan bilang ketus tidak, sekalipun hati kecil sudah teriak pinjamin apa ruginya… Tetapi ada suara lain – Mustinya sudah pada mahlum setiap kali melakukan transaksi tol kita akan diberitahu secara otomatis saldo pada display gerbang. Jadi “unacceptable” alias gegabah kalau sampai didepan pintu tol baru gugup lantaran saldonya kurang.

Syukur pria tadi boleh membayar bea tol dengan uang cash. Langsung nggeblas -mak plencing pergi.

Tinggal saya yang getun… sesal. Mengapa jadi terlanjur sotoy- terlanjur pelit.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.