Posted in ceklis

Pentingnya CekLis


SESAJENNYA PERMEN M&M

Perusahaan kami punya kebiasaan membuat ceklist.Terutama kalau untuk memulai suatu pekerjaan.

Tetapi reaksinya sungguh luar biasa. Dalam arti kata, jarang dan jarang sekali pihak yang diberi ceklist akan mengisi apalagi mengembalikannya. Ceklist masih dianggap seperti menggunakan Helm atau Sabuk Pengaman pada era 1960-an. Alias ribet bin “cari kerjaan saja..”

Lantaran ceklis dianggap biang ribet, padahal biang penting – David Lee Roth punya kiat tersendiri. Oh ya Roth adalah penyanyi band cadas asal Amerika ini.

Group Band Van Halen – kalau tour keliling paling tidak membutuhkan sembilan tronton 18roda. Padahal grup lain cuma tiga atau empat tronton. Belum  lagi awak band yang berlimpah untuk meyakinkan semua alat bekerja baik.

Namun ada satu permintaan manajer grup yang dipandang aneh. Dalam kontraknya setebal Yellow Pages tersempil satu permintaan sederhana – satu toples permen M&M harus ada dibelakang panggung.

Uniknya diantara permen yang beraneka warna, mereka mengharamkan permen coklat. Dalam autobiografy “Crazy from the Heat” – ia pernah bersikeras membatalkan pertunjukan di Colorado. Cuma gara-gara menemukan permen coklat diruang ganti pemain.

PASAL 126.

Ternyata oleh para ahli manajemen – ini adalah strategi cerdas sebuah pengejawantahan teknik Ceklist buat promotor band. Akan banyak terjadi kesalahan teknis seperti balok kurang kuat, panggung ambles atau pintu kurang besar untuk memasukkan peralatan.  Maksudnya, kalau permintaan simplemente setoples permen tidak bisa dipenuhi, jangan harap kita mampu mengerjakan pekerjaan yang kebih besar dan beresiko HSE. Ada pepatah “The devils is on details” – kesalahan biasanya berasal dari hal yang remeh temeh.

Manajer Van Halen telah membuat sebuah CekLis! – mudahan bukan dipandang sebagai permintaan konyol pesohor yang gila sensasi.

Lantas saya lihat di meja rumah – selalu tertulis dikertas bekas prin-prinan “Mak Kasih, besok ke pasar, bawang setengah kilo, lele dua kilo, cumi lontar seperempat kilo, kalau ada kangkung dst…

Yang meniru menulis ceklist baru putri sulung saya. Kalau hendak bepergian selalu selembar kertas ditempelkan didinding berisi tulisan Sikat Gigi, Odol, Deodoran dsb..

Posted in cepu

Dilarang Ngijing


Perjalanan Surabaya – Cepu – desa Semanggi, kalau tidak kreatip bisa membosankan. Sebelah kanan kita kadang nampak Sungai Bengawan Solo, sebelah kiri kita jalan Kereta Api. Diseberang jalan Kereta Api paling sawah dan sawah. Saat mulai jenuh, saya menangkap komplek makam desa yang rumputnya tinggi tidak beraturan.  Diantara kayu nisan, saya sempat melihat papan tulisan sudah dimakan usia – Dilarang Ngijing. Bahasa Jawanya adalah dilarang memasang baru nisan. Lantas tidak jauh dari situ, ada komplek makam yang boleh dipasang kijing. Supaya Dibyo sang driver yang “Cah Bojonegoro” ini tidak mengantuk, saya coba senggol pembicaraan ke bagian yang biasanya memancing sedikit diskusi.

Cuma kali inji saya ketemu gedebog pisang yang bernyawa. Dia hanya bicara lirih “nama desanya KLOTOK” – alih-alih dia malahan menambahkan kalimat extra “kalau di depan sana desa yang namanya Padangan yang kondang dengan Satenya.” Mustinya saya “mahfum” arti kata-kata tersebut- waktu sudah menunjukkan pukul 12:00. Namun kami sedikit kena “hukuman” tenggat waktu karena jam 13:00 sudah harus rapat dengan pelanggan.

Saya pernah baca di majalah GATRA edisi 2001 bahwa desa klotok ini dulu tinggal Buyut Abdurrahman, yang mengajar Islam – dibuktikan dengan beberapa tulisan Arab bertarikh 1674 SM kata majalah tersebut. Lha saya meluncur dengan 80-90km perjam. Hanya berdasarkan feeling bahwa benda yang baru saya lihat sepertinya bukan benda biasa.

Sebuah bedug peninggalannya kalau dibunyikan bisa menjadi alamat ada yang meninggal atau tidak. Misalnya suaranya sember macam beduk masuk angin lantaran habis dibawa begadang sahuran “DAG..DAG” – isyarat ini jarang meleset, ada warga Klotok yang bakal meninggal. Kalau suaranya “Dung-Dung” – artinya normal terkendali.

Ada banyak cerita masalah masjid Tiban dan karamah mbah Abdurrahman tetapi saya tidak dalam kapasitas menulis catatan perjalanan sampai sana, kecuali memang keberadaan makam tersebut seperti menari-nari dikepala saya dan menghilang setelah saya menuliskannya (waduh… sotoy).

Posted in empal gentong

Empal Asam – bukan lantaran basi lho


Empal ASEM (bukan basi lho)

Empal Asem – bukan karena sudah basi lho..

Nah ini dia empal gentong tetapi non santan.. Rasanya ya macam sayur asem pakai daging

Acar yang renyah dan kenyal

Yang ini acarnya memang sepintas nampak keriput. Tetapi begitu digigit, rasanya renyah, masam, manis, asin campur jadi rame rasanya.

Es Cream Durian sebagai penutup

Hidangan penutup. Es cream Durian

Dan ini bakul Empal Gentong di jalan Plered Cirebon

Posted in minyak bumi, Uncategorized

Kadang perlu juga HP dengan dua provider


Lihat Lapisan Minyak Bumi

***MINYAK DALAM PIPA BOR DIPERMUKAAN***

Rekan saya AWD seorang pakar pengeboran berarah, mengirim pesan singkat, bahwa mata bornya menembus lapisan yang “boros lumpur.” Ini maksudnya kalau isi lubang bor dihitung ala isi sebuah silinder adalah seratus liter, ternyata setelah diisi seribu liter tidak pernah penuh. Di pemboran kita tidak bilang gara-gara diminum ANTABOGA (Naga Tanah), atau keluwung bumi, melainkan karena terjadi sungai-sungai mini nun dibawah perut bumi sana.

Kami menyebutnya “Total Loss Zone”. Biasanya – karena keteteran mengisi lubang bor, kami menggantikan lumpur bor dengan air sungai (kalau pemboran darat) sebelum melanjutkan pengeboran ala “membabi buta” alias “blind drilling.”

Pemboran babi buta biasanya minus informasi lantaran cuma lobang yang didapat – sementara data lainnya susah didapat, termasuk apakah mata bor sudah memasuki lapisan minyak atau belum.

Persoalan lainnya, dalam keadaan sumur dengan perut kosong, maka pemboran berjalan “glodangan” lantaran tidak ada peredam getar berupa lumpur. Gampangnya coba anda mengocok adonan kue pakai blender. Anggap adonan adalah lumpur bor. Lalu buang adonan dan biarkan blender tetap berputar, sebagai simulasi lubang tanpa lumpur. Perhatikan bedanya. Pisau blender akan “mlanting” kesana kemari serta anda akan merasakan blender bergetar hebat. Mudlogger baru nyadar kalau pisau blender lumpurnya patah kalau mendadak tidak ada aliran lumpur dalam waktu lama.

Di pengeboran – kalau terjadi bor BB (babi buta) – yang kami kuatirkan adalah pipa bor putus karena getaran yang berlebihan, sementara alat deteksi MWD/LWD selain jadi “mati buyung” – karena tidak bisa mengirimkan data secara baik, ada ancaman alat elektronik yang terpasang di pipa bor akan mengalami kerusakan.

Tetapi beberapa jam kemudian – ia mengirim gambar MMS. Ada 3 kali tetapi gagal saya lihat berita yang ia kirimkan. Baru nyadar (lagi) provider Telkomsel yang kami pakai secara official – tergopoh-gopoh mengikuti teknologi.

Untung saya punya provider XL dan gambar yang ia kirimkan dapat saya lihat.

Sejatinya – teman-teman dari rig sering mengirim gambar eksklusif seperti suasana mengontrol lubang bor yang sedang “stress” nyaris mengamuk. Lalu diujung sana gas yang sedang marah mulai menyembur dan terbakar dipermukaan.

Posted in kerja

Secangkir Kopi Hitam di pagi hari


Secangkir Kopi Hitam

Keponakan cilik saya sering komentar di FB – “Pakde kok jalan-jalan terus sih..” – Padahal maksud hati ingin memberikan contoh bahwa ketika orang sudah sibuk minta pensiun, menjelang pensiun, pakdenya seperti bergeming bekerja dan bekerja.

Untuk mengisi pekerjaan yang nyaris rutin 30tahun (kata orang Jepang – isoku iki) maka harus dicari celah agar bekerja dan sedikit ber-wisata. Foto ini diambil di kawasan Sudirman, Jakarta- jam 06:00 pagi setelah melakukan perjalanan sepanjang 20kilometer dari propinsi Jawa Barat. Jam segitu, para Satpam masih kucek-kucek mata, lampu penerangan sebagian dimatikan. Bahkan penjual koranpun masih menyisakan gulungan koran diikat rafia belum sempat dibuka.

Satu-satunya tempat duduk adalah warung dengan koordinat ala Garmin Etrex dan Nokia seperti di atas.

Di warung yang berjudul belanja sambil beramal saya ditemani tukang kopi hitam langganan saya. Kalau dilihat di latar belakang, maka beberapa lapak baru melakukan tahap “Rigging Up.”

Ada satu colokan listrik tersedia yang saya pakai untuk baca email. Inilah kantor berjalan pakdenya. Nanti saat meeting, laptop dimatikan. Selesai rapat, saat orang bercakap-cakap bebas, laptop dinyalakan kembali untuk membaca dan menulis email. Setengah jam kedepan, seorang ibu muda berjilbab (the only gender here), mulai meracik mie ayam.  Saya suka bakminya- menjauhi baksonya yang  kelewat asin.

Menjelang jam 07:00 pagi baru angkat kaki dari warung dan masuk ke kantor pelanggan. Biasanya saya disapa pak Satpam atau pelanggan kami “masih lama pak!,” – karena sudah kenal, para resepsionis membiarkan saya masuk ruang rapat untuk buka email dan mengerjakan pekerjaan kantor di kantor orang lain. Dan disela-sela sepi tadi, biasanya saya mengupdate face book.

Posted in jalan, jalan layang

Tebang Satu- Ganti Sepuluh (janjinya)


Tebang satu Ganti Sepuluh (janjinya)

Selama ini saya ingat moto pasukan Siliwangi (dulu elit ini dibawah- kondang mampu memadamkan pemberontakan), Esa Hilang Dua Terbilang. Lantas mulai dengar moto lebay: “Patah Satu Tumbuh Seribu” – mungkin kalau kapal perang kita rusak satu.. maka seterusnya rusak seribu kali ya..

Tapi di jalan Casablanca – pemda DKI bikin slogan ” Pohon (dewasa) yang kami tebang satu – kami ganti sepuluh..” – tentunya yang sepuluh itu jumlah pohon “piyik” dan angka kematiannya masih tinggi. Beda dengan pohon dewasa.

Saya bingung – apakah pohon yang sepuluh tadi akan ditanam di bawah jembatan layang, atau malahan di jalan layang. Apakah ruang dibawah jalan layang nantinya bisa mengakomodasi per-puluhan pohon yang ditanam sebelumnya. Padahal kalau lihat sebelum pembangunan jalan layang, pohonnya sudah berjajar padat.

Posted in boneka

Boneka Kucing Penggerutu 23tahun bersama kami


Boneka ini jarang menampilkan keceriaan. Tetapi inilah barang-barang mainan LIA putri saya sekitar 23tahun lalu. Mustinya jumlahnya lima, tetapi dua boneka tertinggal di Changi – waktu itu saya masih di Thailand (tugas), lalu mendengar bahwa pada Juli 1987- anak kedua yang kelak bernama Satrio akan dilahirkan dengan Lintang Pukang alias Sungsang Sumbel. Saya jadi panik.

Karena stress, sampe-sampe naik pesawat tanpa ingat punya handcarry untuk Lia.

· · Bagikan · Hap