Posted in bali

Ogoh dan Olok


Antara Ogoh dan Olok

OGOH-OGOH

Pulang dari bermain dengan “air suci” di tirta empul – Tampaksiring saya ketemu dengan serombongan anak-anak sedang mengarak patung raksasa 2x manusia yang mengerikan – ogoh-ogoh- rupanya sebentar lagi saudara-saudara dari Bali akan merayakan hari raya mereka termasuk upacara Ogoh-ogoh. Tak heran disepanjang jalan kadang saya melihat anyaman bambu yang sepintas mirip patung kuda. Namun kalau sudah ditempeli kertas – menjadi ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh ini dipertandingkan. Ada beda antara Ogoh dewasa dan Ogoh anak-anak.

Asbak -OLOK-OLOK

Teman anak saya satrio memang iseng. Mereka memesan asbak dengan bentuk mirip penis. Ibunya dan saya terpaksa meletakkan benda yang kelak diberi nama di Bali sebagai Olok ini dengan sedikit tersipu. Sementara siembak penjualnya malahan menjamahnya dengan gaya “bejek” – ini bahasa pinggiran untuk meremas sesuatu mirip anda memilin lempung menjadi batu bata siap dibakar. Mungkin orang jawa menyebutnya “uleni..”

Ketika kami diam-diam hendak membayar si Olok, lho kok seorang ibunda (hijab), mendekati kami sambil bilang – “saya kira benda ini pajangan, eh dijual juga..” – Kalau ibu yang mengaku dari DIspenda Kalimantan ini berminat, saya harus kepingin malu terlebih dahulu

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.