Posted in karyawan tua, makam

Selamat jalan Hendro Sutanto – korban Cassa 12 Feb 2011


OBITUARY

Ketika kecelakaan pesawat terbang milik penerbangan SMAC – Cassa 212 terdengar di media massa pada Sabtu 12 Februari 2011, kelompok senam dibawah pimpinan ibu Ning – mulai saling bertukar SMS dan tilpun. Pasalnya mereka mendengar salah satu korban adalah sahabat kami. Seperti biasa – kami mencoba menolak berita dengan harapan – mudahan salah dengar.

Sayangnya ketika kami tilpun kediaman “korban” – hanya dijawab oleh Dewi puterinya, bahwa berita kecelakaan pesawat benar adanya. Kami langsung lemas.

Nama korban yang ditulis di urutan ke 5 di Detik.Com sebagai Hendro Sutanto. Suami dari mbak Ning adalah teknisi Cassa. Ayah dari Dewi dan Angga yang kami panggil mas Tanto – belakangan ini sangat relijius. Ia hanya mau salat berjamaah, kapan saja tanpa kecuali. Tak jarang jam 03:00 pagi sudah menuju mushala – demi menjalankan subuh bersama.

Ketika liburan tugas, waktunya banyak disita untuk ibadah di luar rumah. Saya bersalaman pertama kali ketika ia menikahkan Dewi – Putri Sulungnya – November 2010 di Jalan Kodau – Bekasi. Bahkan tanpa saya duga – ia yang terkesan pendiam, ikut mengambil mikrofon dan bernyanyi bersama rombongan band yang memeriahkan pernikahan tersebut. Setelah itu kami jarang mendengar beritanya.

Ketika terjadi gempa bumi Padang, gedung tempatnya bekerja ambruk – dan Tuhan nampaknya belum berkenan mengambilnya. Ia masih punya tugas menemani anaknya menikah. Diantara gemuruh bangunan yang ables, ia mampu menyelamatkan dirinya.

DITIPU SMS

Sekitar tahun 2010 – ia di-SMS seseorang, kalau berbau hadiah tanpa kita merasa melakukan sesuatu, kita pasti curiga. Namun entah kenapa mas Tanto yang terbiasa bicara vokal ternyata bisa dipengaruhi sang penipu melalui tilpun sehingga tak sadar uang di ATM-nya ludes termasuk tabungan sang istri.

Saya menulis di FB ini- untuk menyampaikan kepada pakar SMS yang berhasil mengecoh mas Tanto – bahkan menguras tabungan mbak Ning – bahwa mas Tanto (Hendro Sutanto) yang anda kelabuhi itu kini kembali kehadirat Illahi – mereka sekeluarga juga sudah merelakan ikhlas – tabungan yang susah payah ia kumpulkan, itupun masih harus ditunjang dengan mbak Ning yang mengajar senam nyaris setiap hari, nyaris lebih dari 4jam sehari diusia senja mereka untuk anda gunakan.

Semoga keluarga anda, anak anda, istri anda dapat menggunakan uang sebaik-baiknya. Mas Tanto bukan orang berlebihan-sekalipun juga bukan berkecukupan. Ia kekantor menunggang Vespa bututnya.

Lantaran tabungannya dikuras anda yang budiman – ia harus bekerja extra keras diusia pensiunnya untuk menambal kas mereka yang kebobolan – sekedar melunasi angsuran rumah. Itu kalau anda wahai penipu lewat SMS kepingin tahu. Boleh jadi -andai mengandai – kalau anda tidak menipunya, mas Tanto tidak perlu “tancap gas” mengejar setoran. Tetapi Tuhan menentukan bahwa tugas mas Tanto sudah cukup, Dewi sudah berkeluarga, Angga sudah bekerja mapan.

Mas Tanto – LAMPIT kiriman sampeyan yang dibawa dari Banjarmasin masih kutaruh dikamarku ya..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.