Posted in wingko

Wingko Babat


Melihat Tanah Tumpah Darah Wingko.

Lantaran baca di harian KOMPAS yang membahas masalah Wingko dari BABAT, apalagi belakangan ini Bojonegoro, Cepu merupakan Modus Operandi saya maka saya mendatangi salah sentra penjualan Wingko Babat. Penganan yang terdiri dari adonan ketan, kelapa muda dan gula ini sudah melekat membangun citra kota Babat.

Begitu Mak-jleg masuk ke ruangan berAC, mendadak saya kelimpungan sebab yang dijajakan disana bukan melulu Wingko yang terbuat dari ketan, parutan Kelapa dan Gula saja. Ada Jenang Ketan Hitam, Madu Mongso dan seabreg penganan yang saya susah menghapalkannya.

Untunglah saya buru-buru insaf dan segera “Kembali Ke Jalan yang Benar” yaitu mencari sosok Wingko Babat.

 

Salah satu sentra WIngko Babat yang berdomisili di pertigaan Babat

Cuma sang mbak SPG-wanti-wanti bahwa penganannya musti dikonsumsi sebelum 4hari sebelum ditumbuhi jamur. Atau dimasukkan kedalam kulkas agar bisa tahan sampai 2 minggu. 

Penjual dengan nomor HP ini bisa melayani Wingko aneka pabrik

 

Tipe lain dari Wingko Babat adalah potongan yang sebesar piring..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.