Posted in pelayanan payah

Tunggu Satu Jam Lagi…..


Apakah anda sering mendapat jawaban dari petugas “Customer Services” seperti “System kami dalam maintenance – hubungi satu jam lagi..”

 

Minggu lalu saya bayar TV Langganan melalui ATM. Biasanya saya lebih suka melalui Internet Banking tetapi untuk kekecualian TV Langganan saya ini hanya menerima pembayaran melalui ATM.

 

Untuk menjauhi Siksaan Api Penjara – nama institusi tidak saya sebutkan, maklum kasus Ibu Priti masuk sel lantaran mengkritik sebuah rumah sakit masih terlampau hangat untuk dilupakan.

 

Memasuki ATM yang terdiri dari dua ATM tarik-tunai dan satu non tunai saya menuju mesin yang terakhir disebutkan. Di sebelah kiri saya sebuah ATM sedang didedel duwel dibetheti jerohannya oleh petugas bank sementara disisinya dua polisi lengkap dengan senapan serbu berjaga-jaga. Tapi jangan bayangkan sikap waspada ala NAVI SEALS dari amrik sana yang irit bicara-lancar bertindak. Sebaliknya mereka bersandar didinding ATM sambil santai-santai ngobrol dan ber SMS. Padahal berita penembakan terhadap satuan yang sama terjadi di pulau lain masih hangat dibicarakan.

 

Tahu sama tahulah – kita punya mantera ajaib – Dewa YAMADIPATI (dewa Kematian dalam cerita wayang) akan Menghampiri Siapa Saja – kapan saja-dimana kalau sudah waktunya. Jadi duduk di atap kereta api, menerobos jalur tol, mengendarai bromfiet (sepeda motor) tanpa lampu di malam hari, menerobos palang kereta api yang diterobos, bukan hal yang perlu dikuatirkan, toh kalau belum ajal mengadu kepala dengan kepala keretapun akan hidup. Jadi nyantai dan hepi-hepi Jack!

 

Begitu Transaksi selesai dan Print-Out untuk tanda bukti ditunggu…. Mak JEGLEG… Muncul pernyataan bahwa transaksi tidak dapat diteruskan lantaran mesin ATM bermasalah.

 

Apakah transfer berhasil atau gagal, persoalannya hanya bisa dijawab oleh petugas TV berlangganan. Maka usaha pertama adalah saya menghubungi kantor penyedia.Pertama saya ditanya nama ibu kandung, nomor HP yang aktip, tanggal dan tempat tanggal lahir. Untung tidak sampai warna kencingnya keruh atau bening.

 

Setelah berlama “menyamakan data..” – Mak Jeglek dijawab bahwa , mereka tidak bisa menjawab pertanyaan saya sebelum 1 jam berlalu… Sial bener. Kalau cuma itu jawabannya, kenapa harus muter-muter urutan kerja mereka. Duh…

 

Kali ini saya menunggu 24jam keriting- padahal mintanya cuma 1 jam. Eh jawaban “template” nya masih mantheng di tunggu sejam lagi…

 

Tiga hari kemudian, saat teman kantor beringsut pesan Sop Buah, Iga Bakar untuk makan siang– saya malahan menilpun Customer Service, jawabnya masih template. “Mas,yang bener aja,,,, dari hari Jumat, sampai Senin Siang, aku kok dijawab dalam perbaikan melulu dan harap menunggu satu jam lagi. Padahal ini sudah Tiga Hari lebih satu jam- Maunya gimana nih…” Kata saya setengah berteriak merasa dianggap kurang satu setrip isi otak saya.

 

“Betul pak, mesin kami dalam perbaikan untuk memberikan pelayanan lebih memuaskan pelanggan, harap hubungi satu jam lagi, apakah ada hal lain yang bisa kami bantu????” – suara lelaki diujung tilpun seperti saya ini sudah Dimensia kelas parah bener.

 

Klek, tilpun saya dudukkan. Nut..Nut..Nut bunyinya. Seperti iklan, sayapun harusnya menangis sambil menengok ke atas mendapatkan pelayanan macam itu.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.