Posted in singapore, singapura

Obral bukan Obrol


Pria ini nampak mengamati spanduk yang mengatakan bahwa salah satu retailer pakaian terkenal LEVI’S sedang mengadakan obral yang kita kenal sebagai “CUCI GUDANG.”

Karena yang dijual adalah barang bermerek, pemakainya tidak usah kuatir dirazia barang KW seandainya ketiban apes saat jalan-jalan di Orchard Road. Tradisi Cuci Gudang dilakukan bilamana perusahaan sudah kewalahan menampung barang-barang baru yang akan dikeluarkan menjelang Natal dan Tahun Baru nanti. Lokasi gudang di Potong Pasir. Saya yakin celana panjang, atau pendek Levi’s bakalan diserbu pengunjung.

Sekelompok wanita muda – ras Pinoy- nampaknya sangat terlatih akan acara obral begini. Dari kopor tarik yang meeka bawa kita sudah tahu mereka benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya. Manakala obralan mulai menipis, pemilik gudang yang dalam hal ini JayGee yang bermarkas di Genting Lane, Pasir Potong, buru-buru menggelontorkan dagangannya. Dan lihatkan – bak bebek mengelilingi dedak baru maka tiga sampai lima wanita muda pinoy ini mulai bekerja membentuk lingkaran dan mengambil barang sebanyak-banyaknya. Kalau bisa mereka akan memasang ektension pada bahu masing-masing agar bisa pasang lengan lebih banyak dan meraup obralan lebih banyak.

Setelah puas memilih, barang yang tidak dikehendaki dikembalikan ke meja.

Kalau anda baca dompet bermerek dengan harga 30% off jangan keburu gumbira sebab – dompet ini biasanya damaged. Misalnya ada yang lepas dan putus. Kalau saja anda kenal baik dengan reparasi Laba-Laba, tentunya hal tersebut bukan menjadi halangan. Obralan ini berlangsung sampai tanggal 4 Desember 2011.

Singapore the Republic but in fact they are a Kingdom. Kingdom of discount. One day attending Levi’s Discount in Potong Pasir. A lot of fun. Saw how Pinoy lady does some strategy to get and collect the most cloth with very systematic system. Maybe for Christmast, for family I… 

Advertisements
Posted in singapore, singapura

Take Away “Coffee O”


Kadangkala saya melihat para pekerja di Singapura yang terdiri dari pelbagai ras, saat istirahat mereka beli Teh, kopi atau minuman segar lainnya dan ditenteng dalam kantong plastik yang praktis.
Herannya sampai sekarang belum juga diterapkan di Indonesia yang kalau beli teh panas, limun (masih ada?), es kelapa muda umumnya cairan dimasukkan kedalam plastik, lalu dicekik pakai karet. Memang bagus untuk selama transportasi tidak tumpah. Namun mana kala minuman akan di nikmati persoalan baru timbul karena kantong plastik tidak diberi pegangan atau tali tmba.

Posted in singapore, singapura

KW


Perempuan separuh baya ini nampak tajir. Rambut disasak, bercelana panjang dan bukan dari bahan jean, memakai hak tinggi kendati berjalan jauh sepanjang jalan Orchard Singapura. Biasanya dicirikan perempuan Indonesia yang kaya.

Di sebuah pusat pertokoan di jalan Orchard yang menjual barang macam tas kulit, dompet kulit barang bermerek salah satuannya keluaran LV – dia masuk dengan penuh percaya diri. Nampak mengincar sebuah tas bermerek LV.

Transaksipun berjalan mulus. Tas yang ditaksir diatas 5ribuan dollar berpindah tangan. Pembayaran menggunakan kartu Kredit yang diselipkan dalam dompet nampaknya merek LV.
Tapi mata tajam dan terlatih kasir di pertokoan jalan Orchard ini melihat bahwa dompet yang dikeluarkan perempuan adalah bajakan.

Diam-diam Kasir mengirimkan isyarat kepada pihak keamanan Gedung. Perempuan tadi terpucat-pucat karena kedapatan menggunakan barang bajakan. Biasanya pertanyaan ini berujung denda. Tentgunya tidak kecil.

Negeri Singapura makin tak ramah terhadap fans barang “KW” entah KW Premium atau KW nomor dua. Lebih aman pakai mereka biasa tetapi aseli ketimbang merek sohor jebul tetiron. Atau, kalau mau pakai, jauhi Orchard.

Posted in Uncategorized

Vegi..


Di Singapura banyak sekali pekerja dari Cina Daratan. Kalau bangsa Indonesia dinegeri asing, biasanya taat akan tertib dengan aturan negeri itu, maka Cina Daratan ini biasanya ngaco dan buang sampah sembarangan persis Singapur 50tahun lalu.

Yang perempuan biasanya wajahnya terbilang ayu, muda dan kulitnya lebih bersih. Postur tubuh mereka gagah.

Susahnya mereka main tancap bicara Mandarin kepada siapa saja termasuk kepada saya. Contohnya Acin (bukan nama sebenarnya) Seorang wanita muda, penjual masakan hari-hari ala warung Tegal. Dia rupanya cepat belajar bahwa saya ndak ngerti Mandarin. Maka setiap makan dia akan tunjuk Vegi, Vegi Vegi… Tinggal anda yang mendescripsi apakah ini sayur kacang panjang, sayur taoge, sayur sawi atau bayam. Sebab semuanya Vegi…

Tapi kalau menu yang ditunjuk daging, maka dia akan bilang Chicken, meat,meat…

Kalau makan ditempat saya menekukkan tangan kebawah lalu jari dikembang kempiskan, seperti kalau makan pakai tangan.. mudah-mudahan bukan dikira minta menu Ubur-Ubur.

Posted in Uncategorized

Obral Laptop


Anak muda berkaos biru bertuliskan “Harvey Norman” ini berdiri diatas meja yang semula laptop digelar untuk dipamerkan. Disebelah kirinya nampak karton bertuliskan ukuran vital dan jerohan laptop dan harga saat pameran berlangsung.

Untuk menarik perhatian ia meniup priwitan sehingga mau tidak mau mengundang rasa ingin tahu pengunjung pameran komputer di EXPO- SINTEX Changi Singapura.

Tahu bahwa usahanya berhasil dia berdiri semangkin jinjit dan tangan kanannya menggondol laptop terbuka sambil diayunkan kekanan kekiri persis pedagang sarung dikawasan Tanah Abang. Dalam bahasa Inggris dia berteriak .. Laptop ini light weight, tapi “strong” tahan banting, touchpadnya sudah tidak beda jauh dengan IPAD, biar Laptop tetapi anda memiliki sensasi macam Ipad.

Sabtu lalu di akhir bulan November niatnya menengok Lia, putri saya. Apalagi melalui BB (cara termurah dan gratis saling connect dengan keluarga di LN) saya diimingi sekotak durian Malaysia. Tapi, kejadian yang paling gress adalah kontrak saya dengan perusahaan sudah tidak diperpanjang lagi. Saya boleh ambil pensiun. Lia malahan nge-BB- horee, Papa (saya) ke rumah Lia saja.

Tanpa persiapan, kami langsung pesan tiket ke Punggol.

Nita, pemilik -travel biro langganan keluarga, nampak mendelik ketika kami memesan tiket kepadanya. “Bapak tidak sari-sarinya- pergi macem kebelet..” – Sebagai pebisnis, perempuan lajang ini memiliki ketajaman indra bathin. Wanita Cina Bangka ini (maaf bukan rasis), rada memilih pelanggan. Ada kerabat saya yang cerewet kalau pesan tiket. Nita biasanya meladeninya dengan mode “Belanda Masih Jauh”. “Untung Tiket Tipis, pelanggan cerewet – mending cari sendiri dah di toko sebelah..” – gerutunya.

BAN PECAH

Begitu “mak jleg” pesawat GA mendarat di Changi Singapura, bb sudah mulai teriak “ada pameran komputer besar-besaran di EXPO, hari terakhir (27.11.11)”. Seperti kata Asmuni, masalahnya selalu ada “akan tetapi” yaitu dari Jakarta saya membawa berporsi jeroan kambing bang Amran, langganan sup kaki kambing. Lalu puluhan tusuk sate ayam dari Bekasi, bakso daging dari tantenya dan berdus Mie Kering ber MSG. Maaf kata – menantu kesayangan saya matanya bersinar-pendar kalau sambil kerja bisa mencoleki bumbu mie instant.

Untuk menghindari makanan “ngiler” akhirnya diputuskan ke Apartemen Punggol, baru ke pameran komputer.

sejak di Changi saya seperti kebelet setengah berlari membawa kopor warna biru muda yang sudah bertahun-tahun malang melintang melayani keluarga, bahkan melayani (dipinjam) kerabat lain.

Tas ini bepergian ke luar negeri lebih banyak ketimbang saya pemiliknya. Sejak itu kami jatuh cinta pada merek berinitial “D” ini. Cuma mendadak tas kabin seperti diisi GrandPiano. Ketika menoleh kebelakang saya lihat serpihan plastik di karpet bandara. Huweladalah, satu ban pecah pertanda minta pensiun (juga).

Apa boleh buat, kopor ditarik juga kendati jalannya persis cewek pakai hak tinggi tapi sebelah. Suaranya tas juga menderu bergemuruh macam tas KW.

Beli Laptop macam beli kacang Goreng..

Kawasan Expo Sintex adalah kawasan timur Singapura. Hari menunjukkan jam 12 siang. Kepala seperti sudah melorot ke perut. Maksud saya pikirannya cuma nasi. Apalagi kebiasaan saya mengunyah Wrigley harus dihentikan dinegeri ini.

Dalam perjalanan, kami sudah mulai menyisihkan merek Laptop, dan mencari tiga terbaik. Harga-harga masing Laptop juga sudah terpampang disini.

Persoalannya tinggal mencari tahu physical dan terakhir “anggaran” yang tersedia. Melihat penampakan fisik, pilihan saya fokuskan ke laptop HP Pavilion sekalipun mengusung core i5 – tapi apalah kebutuhan seorang pensiunan jilid 3 akan sebuah laptop. Paling buat kirim artikel ke Wikimu, atau blog saya.

Ada 3 stand HP kami datangi, saya hanya menilai bagaimana pramuniaga menjelaskan barang dagangannya. Ternyata hanya pramuniaga dari Harvey Norman yang bisa menjelaskan seluk beluk komputer secara menarik.

Yang bikin celegukan adalah obralan TV LED- 55 in, HDMI dan bisa internetan. Persoalannya siapa yang mau menggotong TV segede GABAN. Rupanya anda diberi gratisan trolley khusus angkat TV dan bisa fit dibagasi taxi..

Yang beda, obral macam manapun tetap tertib. Mungkin budaya antrean pakai Joki belum diterapkan oleh pedagang nakal disini.

Saya sempatkan melihat trend komputer yang saat ini sudah menggabungkan cpu dengan monitor. IPAD versi lain merek.

Produk favorit saya Apple tidak lupa saya kunjungi. Tapi walaupun Bumi Berguncang, Langit Kelap Kelip, Apple harganya manteng padahal spesifikasi teknis masih berada di bawah pesaing lainnya.

Punggol27 November 2011

Laptop Pavilion g4 jatuhnya SIN 799=5.6jt. Kalau anda urus GST bisa cash back 7%. Dalam keadaan normal Sin $1099.

Posted in kuliner

Dari Stress Makan Kepiting, terbitlah Makan Kepiting Stress


Biasanya saya stress makan kepiting. Capitnya menggiurkan, giliran mau dimakan musti cari tang pemecah tulang. Selalu banyak bagian tubuh yang tidak bisa dikunyah lantaran cangkang kepiting yang keras.

Maka Jumat kemarin saya cuma bisa “he-eh” ketika diajak makan kepiting Lemburi atau Soka yang diiklankan oleh rekan saya, cangkangnya boleh dimakan. Mirip orang stress.

SOKA = Cangkang Lunak

Bagaimana tidak stress. Dari soal nama, generasi saya amat mengidamkan bisa bikin rumah dengan genteng buatan SOKA. Cetakan tanah liat merahnya halus, kokoh dan tahan lama. Semangkin kena panas matahari semangkin kuat. Kok sekarang malahan dikonotasikan Kepiting “SOKA” Cangkang Lunak.

Ada juga sih yang kasih nama Kepiting Lemburi, atau yang tebal peri Kepitingannya menyebut mereka Golongan Kepiting Bakau tapi terlanjur dilecehkan sebagai kepiting ecek-ecek.

Stress lain dari kepiting ini adalah ketika CAPIT kebanggaan mereka dipotong oleh sang Induk Semang. Alm Benyamin Sueb bakalan tidak bisa melantunkan lagu “BANG JAMPANG” – yang dalam liriknya ada “Kepiting Menjapit Kerang, Kerang dijapit Gelombang Batu.. Pasang Kuping yang terang, Nih kenalin Jampang Jago nomor Satu..”

Kalau saja di dunia Kepiting ada wayang, maka pak dalang kepiting pasti mengumpamakan kepiting loyo tak bertenaga sebagai YUYU ILANG JAPITE.

Seperti tak putus dirundung azab – kaki belakang kepiting yang bersegmen-segmen juga di amputasi agar mereka tidak berlari kesana kemari, apalagi lantas membuat lubang dan sembunyi ke rumah tetangga. Paling disisakan kaki depan yang mau tidak mau – kalau normal saja jalannya sudah nyamping, sekarang menjadi Kepiting Ngesot.

Daripada stress, maka para wadya bala YUYU atawa kepiting berlomba mempercantik diri dengan kerap berganti kulit cangkang. Mereka tidak sadar tindakan ini memicu sang pemilik segera memanen mereka untuk dilumuri pakai tepung dan campuran Telur Asin menjadi masakan lezat di restoran.

Model : warga Kepiting Pondok Geulis – Jalan Margasatwa
Spesifikasi Teknis: Asal jepret pakai HP

Posted in Uncategorized

Black Friday


Ini secara pikiran orang sana dan diikuti oleh saya, dibumbui kebanyakan baca karangan GAN KL, Kho Ping Ho, SHY Mintardja, Ki Dalang, maka saya terlanjur membagi dunia bukan menjadi Eastern Hemisphere dan Western Hemisphere melainkan Golongan Putih dan Golongan Hitam. Gara-gara pak Dalang juga maka sesuatu dengan embel-embel “BLACK” biasanya berasal dari golongan hitam.

Misalnya Black September (pembunuhan atlet), atau Blacki Friday di Mumbay pada Maret 1993, ketika peringatan seorang Gul Muhammad akan ada ledakan bom India cuma direken – C4NDAX -alias bercanda (Alay Punya). Dan Dar bom meluluh lantakkan kota Mumbay yang padat penduduk.

Tetapi kenapa Black Friday yang ini justru dinanti-nantikan di Amerika.Seorang teman sudah ancang-ancang ke LA, cuma gara-gara BF. Cuma kabar terakhir, visa Amerika dibatalkan lantaran sudah macam Bang Thoyib, 3 kali setahun pulang pergi ke Amrik.

Tahun ini Amerika merayakan thanks giving – simbol Kalkun Ngangkang yang selalu KAMIS kebetulan 24 November 2011 dan sehari kemudian Jumat 25 November 2011 adalah hari diskon alias Black Friday.

Cuma kata in the black ini artinya “biar tipis tapi masih untung..” maklum pedagang, kalau untung besar mereka diam-diam saja, tetapi giliran ada kebijakan pemerintah yang membuat mereka sepi pengunjung buru-buru deh teriak menjerit… Kami rugi kami rugi…

Beberapa orang menafsirkan karena larisnya dagangan “diskonan” – maka list stock oleh mbak-mbak macam di toko sepatu kita mulai dicontreng pensil hitam tanda terjual sehingga lama-lama kertas penuh coretan.

Nah tak salah kalau mata nyaris lepas membaca IPAD dijual DOLAR AMERIKA 49 padahal dengan tambahan “nol” dibelakangnya saja saya masih ragu akan kebenarannya. Ternyata benar dugaan saya tadi pagi si 49 sudah tidak nongol lagi kecuali rasa penasaran lalu kepingin bukti dengan mendatangi toko diskon ecek-ecek.

Sekarang saya mulai hapal dengan singkatan Thanks God(s) Its Friday, dan mulai menambah perbendaharaan menjadi Thanks God Its Black Friday…Sama seperti saya kaget terkaget mendadak ada hari Valentine…