Posted in famili

Pamanku Gaptek (sekali)


Kalau ada skala “heboh” dari satu sampai sepuluh, maka posisi paman kami (70) adalah 9,5 – betapa tidak dalam keluarga ialah satu-satunya memegang gelar DOKTOR dibidang kesehatan, punya penemuan yang dipatenkan, kekurangannya sampai kini belum diberi hak Profesor sekalipun pekerjaannya membina teman sejawat menjadi DOKTOR. Kata orang di kampusnya adalah bagian dari “politis yang puitis”.

Hobinya akan buku sangat luar biasa. Bisa saya gambarkan sekali belanja buku setara dengan sebuah BB Torch terbaru. Kadang ia cuma terbang ke Singapura, belanja buku disana, pulang pada hari yang sama. Paman yang pendiam ini menjadi figur yang ideal..

Keponakannya termasuk saya selalu meminta bantuannya sebagai saksi dalam pernikahan keluarga. Apalagi sekalipun uangnya banyak, tenar, namun soal integritas berkeluarga, ia terbilang “tuntunan” dan belum sekalipun terdengar “tergelincir” akan tahta atau wanita. Pendeknya hidupnya melulu untuk keluarga.

Tapi jangan coba ber-SMS-an dengan paman. Dalam hitungan detik, Pria beranak satu, sekalipun berada dimana, akan menilpun anda. SMS merupakan OPSI terakhir baginya.
Dalam satu sarapan pagi yang mewah… Bayangkan saya disuguhi Soto Sapi warung Soto Terkenal, Telur Asin, Kerupuk Udang, sementara beliau yang sampai usia 70tahun tidak pernah percaya kata sakti mau sehat ya berolah raga. Dia cuma percaya bekerja sampai berkeringat. Sehari-hari hanya menyantap bubur havermouth yang hambar, ditemani air putih yang hangat. Mungkin kata olah raga yang diakuinya adalah – makan sedikit lemak, sedikit protein agar usus yang berolah raga.

Sambil makan, tangan saya membelai IPAD. Barang ini belum dipasang SIMCARD jadi ya macam burung ndak punya sayap. Gara-gara lihat YouTube saya beranikan melakukan percobaan SIMCARD biasa lalu saya iris samping kiri kanan dan bawah. lalu diampelas agar bisa masuk ke dalam SLOT IPAD menjadi microSim. Saya tidak akan menceritakan bahwa percobaan ini gagal total.

“Ipad bisa untuk simpan foto nggak?,” tanyanya. Jelas jawabannya bisa
“Kalau saya punya foto di FlashDisk, apa bisa pindah ke IPAD,” Jelas jawabnya idem
“Apa IPAD bisa dipakai untuk presentasi,” lha jelas jawabnya Ya

Dia menyatakan tertarik memiliki IPAD – saya cuma senyum ternyata saya masih bisa membuat lawan bicara tertarik dan percaya obral obrosl saya.

Saya pesankan IPAD melalui Internet.

Dan kesalahan yang baru saya sadari. IPAD bukanlah pengganti Laptop atau PC. Pasalnya untuk bisa memindahkan “file dari luar” – harus ada PC atau Laptop yang menjalankan program ITUNES. Sayangnya saya baru tahu bahwa yang biasa dipanggil Doctor PHI lantaran otak matematikanya ternyata tidak punya sepotong komputer dirumahnya.

Mustinya lain kali saya pamer Laptop dulu… baru.. Ipad…

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.