Posted in Uncategorized

Steve Jobs dan Batu


Mungkin anda sudah membaca wawancara Steve Jobs dengan Walter Isaacson. Ada beberapa hal yang kepingin saya tulis untuk diri sendiri. Misalnya – ia dikenal keras pada pendirian, tidak bisa mendengar jawaban “Tidak Bisa, Sukar..” – Komentarnya kurang ajar terhadap pesaingnya. Bahkan anggota Apple yang kedapatan tidak mengunci IPHONE saat masih dalam tahap pematangan bentuk, langsung dipecat.

Sekali tempo ia pernah berhadapan dengan seseorang. Kepada Steve Jobs ia menunjukkan kaleng kosong. Kaleng lalu diisi batu kerakal, lalu diisi kerikil, lalu pasir. Setelah kaleng diguncang orang tadi menemui Steve.

“Kembali besok, lihat kaleng ini…,” kata lawan bicara Steve Jobs

Esok Steve kembali dan melihat batu berukuran besar mulai nampak halus permukaannya.

“Tutup kaleng ini, lihat apa yang terjadi besok….” kata lawan bicara Steve Jobs

Cerita ini entah benar, entah tidak. Maklum penulis “Pengembangan Diri” kadang mengarang diluar nalar. Kadang buku Pengenmbangan Pribadi kalau sudah mulai menceracau, tidak pernah saya selesaikan membacanya. Tapi ini lain. Secara fisik batu yang kasar mulai mulai nampak halus berkilat.

Steve tidak sabar dan bertanya maksud dibalik ilmu kocok-kocok kaleng tadi…

“Untuk membuat, batu berkilat, batu harus dipoles, diadu dengan sesama lain, disiksa dengan gesekan pasir, dikocok-kocok sampai gaduh…”

Artinya untuk membuat produk yang baik, perlu brainstorming, perlu adu argumentasi, perlu gebuk-gebukan. Perlu jalan yang keras. Tanpa itu, batu tetap kasar dan tidak menarik. Steve Jobs menjadi keras, kejam, demi menghasilkan barang yang bermutu.

Indonesia, lama macam batu dalam kaleng. Sudah mengalami gontokkan, pergesekan. Tapi kita ndak punya nyali macam dia.. Jadi gontokan melulu, saling menjelekkan pemimpin, seakan-akan kita sudah sempurna adanya…

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.