Posted in supir

Dari Kopi Setan ke Gobak Sodor


Cerita ini mengambil tempat di Jakarta Raya sementara GOBAK SHODOR permainan perang-perangan “gocek-gocekan” yang sekarang sudah jarang dimainkan anak-anak.

Tokohnya pak Anjar… Sudah 2 tahun ikut kami sebagai Supir Pribadi. Itu judul awalnya. Lantaran pak Anjar di Tangerang, saya di Bekasi sudah barang tentu sulit baginya datang jam 8 pulang jam lima sore. Alhasil lima hari dalam seminggu ia menginap di rumah, sisanya ia habiskan untuk keluarganya.

Lelaki asal BAYAT- Jawa Tengah yang mirip pakde saya ini sekalipun usianya baru 55-tahun, pekerjaan awalnya adalah supir pribadi mertua saya. Lalu menjelang meninggal dunia pak Anjar diwariskan kepada saya. Seperti kata awal tadi, judulnya “supir’ tetapi kata istri saya dia lebih tepat “baby-sitter seorang kakek bernama Mimbar” alias saya.

Betapa tidak, Bangun tidur menjelang 04:30, air panas sudah tersedia untuk saya atas jasa pria yang terkekeh kalau nonton OVJ …. Apa bukan saya diperlakukan seperti anak kecil? –

Kadang kalau saya bekerja dirumah sampai larut malam, dia setia menemani sambil klepas-klepus merokok. Sesekali terdengar batuk beratnya. Entoh dia belum berani beranjak tidur kalau saya belum ada “lampu ijo” dari saya. Selain ilmu nyupir yang kalem, dia jago soal mekanik, bengkel, sedikit listrik. Jadilah ia tukang serabutan dirumah kami.

Selama ikut saya baju dia banyak hibah baju yang kekecilan, atau baju bekas menantu saya hampir dipastikan mampir ke tubuhnya. Tak heran kadang para kerabat melihatnya pakai baju berwarna ngejreng yang bukan ciri pak Anjar sehari-hari. Tadinya pria ini slebor. Pakai baju compang koyak di ketiak adalah kesukaannya. Sekarang ada kemajuan dalam cara ia berbusana, yaitu mengenakan sepatu..

PAK SAYA RAMUKAN – KOPI SETAN- YA

Acara pagi adalah setelah alarm berbunyi, saya terbangun (tidak selalu) dan langsung ke kamar mandi menghadapi ember besar penuh air panas buatan Anjar. Semetara saya menikmati air hangat, Anjar sambil batuk sesekali “cekeh” – tapi bandel isap rokok JiSamSu – akan bertanya apakah saya mau minum seduhan KOPI SETAN buatannya. Jangan keburu heran atau berprasangka kopi ini dicampur cabe sebab, dia cuma kopi+gula dalam saset tinggal seduh. Dan logo kopi itu gambarnya nggak nyambung – alat transportasi di laut.

Repotnya pak Anjar main memudahkan urusan penamaan kopi sasetan diplesetkan menjadi KOPI SETAN.

MAL GOBAK SODOR

Waktu menunggu jemputan pak Lanjar untuk satu keperluan mendadak, pada jam yang ditentukan dia belum datang. Lalu saya tilpun. Orang ini adalah supir yang kalau ditilpun mengucapkan SELAMAT PAGI ATAU SELAMAT SIANG… pak Anjar menjawab “Maaf Pak.. Saya kena macet nih, posisi masih di Mal (dia berfikir sebentar) lalu tegas menjawab Gobak Sodor…”

Anda ndak perlu mencurigai pengetahuan umum soal Jakarta anda rendah, sebab usut punya usut, pak Anjar keliru mengeja mal AMBASSADOR – yang posisinya di Kuningan…

SEBELAH PABRIK DIKLAT

Anda tahu dong DIKLAT adalah singkatan pendidikan dan latihan. Tapi kenapa pak supir Anjar waktu ditanya jalan tikus dia menjawab masuk dari Pabrik DIKLAT. Lha ternyata entah kenapa pabrik ban DUNLOP kok pak Anjar bisa membacanya sebagai Diklat.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.