Posted in singapore, singapura

Kursi Sama-sama


Kalau saya lihat para buruh kasar membawa bungkusan ini, bagi saya mereka seperti tentara Troya yang menyerang Helena

Kursi “taman” terbuat dari besi tuang ini sampai mengelupas karena “well used” alias dipakai oleh puluhan orang. Selain cuma satu “thil” kursi ini tidak ada taysennya yaitu meja, mungkin pengelola tahu kalau sudah diberi meja dan kursai lain maka para juru duduk mulai kocok kartu dan berakhir dengan judi kecil-kecilan sampai besar-besaran.

Kalau siang, pekerja asal Bangladesh atau India, beristirahat sambil menggantung sebungkus Kopi (susu) atau Kopi “O” (kopi hitam). Dimata saya, para pekerja kasar ini nampak semangatnya ketika berjalan ketempat kerja sambil berbekal sekantung cairan hitam pekat yang harganya $1 per kantung. Penjualnya Nikolas, seorang anak berdarah Indonesia.

Menjelang malam, kursi yang sama diduduki oleh anak muda nampaknya pemabuk. Bercelana pendek, berkaos putih, emang gaya Glodog, ditangannya tergenggam botol minuman keras. Biasanya dia menceracau sendiri mirip bicara di HP. Namanya orang mabuk, puntung rokok, kaleng bir bisa berserakan dimana-mana.

Menjelang makan siang, ada orang Glodog hitam yang juga gemar duduk disitu. Biasanya main HP atau Ipad. Kelakuan lelaki usia 60-an bercelana pendek, berkaus SWAN putih lengan pendek kadang kaus kutang ini menarik perhatian beberapa orang termasuk pekerja Bangladesh yang saya ceritakan “gagah dengan kantong kopi susunya”

Sekali tempo Glodog Hitam yaitu saya, disapa “Good Afternoon, everytime I saw you sitting here. Why not Jalan-jalan…” Sebetulnya saat dia bertegur sapa, saya baru pulang dari belanja bulanan di GIANT, Tapi apa perlu dibahas.

Rupanya istri sayapun kalau belanja di ANGMO supermarket sering disapa, “hey yeseterday you came here, now we met again…”

Rupa-rupanya orang Singapor sebetulnya sama saja, suka bersosial dengan siapa saja. Apalagi kalau dilihatnya kita tidak makan cuka.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.