Posted in singapore, singapura

Manfaat Jalan Pagi (4)


Mungkin pelang- atau penunjuk arah ini salah satu benda yang bisa masuk MURI Singapore justru karena tidak terpelihara. Bertahun dimakan usia sementara nama jalan lainnya nampak kinclong. Dengan membaca plang tua ini saya terbayang saat peperangan Jepang melawan Sekutu, bekas tank, pesawat yang kena torpedo berserakan disana sini. Ternyata  situs Word War II, dulunya dijadikan tempat eksekusi Cina Singapura yang diselidik masih sangat mendukung Inggris ketimbang balatentara Jepang.

Logo yang saya lingkari merah, tadinya “ilusi” saya adalah Granat, namun setelah diperhatikan seksama adalah  Botol Abu Jenazah sebagai pertanda bahwa disana adalah sekedar peringatan arwah yang telah menemui ajalnya diburu tentara Hojo Kempei Jepang.  Lalu ingat sebuah ajaran Shin Tzu, sembelih Ayam Jantan – biar Kena Yang Nakal takut satu cara repressi untuk mengontrol pihak yang dianggap musuh.

Anda tidak mendapatkan bekas-bekas Perang Dunia II sama sekali disini..

Punggol 10-Des-2011
mimbar <dot> saputro  <at> yahoo <dot> com <dot> au

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.