Posted in singapore, singapura

Your Name Too Long


Jleg… Tiga bagasi saya letakkan di counter Garuda…  Satu bagasi adalah tas Kain dan satu tas merek  “P” yang rodanya oglek dan  masih tebal dengan sarang laba-laba – tidak saya bersihkan. Ini adalah tas memory dari cita-cita seorang pegawai, penghasilan paspasan, tetapi nekad menyekolahkan anak ke Singapore.

Tidak mudah, kadang ejekan keluarga seperti “Cecak Nguntal Empyak” – artinya cecak makan benda yang lebih besar dari tubuhnya (rumah). Tapi layangan justru terbang kalau berani menerpa angin keras yang berhembus.  Ah kenapa jadi esmosi..

Timbangan digital menunjukkan angka nyaris 45 kilogram… Kelebihan bagasi ini dua minggu lalu di Cengkareng berbuah bisikan “bisa kami tolong… US38” – kalau kata iklan wani piro?

Saya baca raut muka petugas – expresinya seperti sendok metal ditempelkan ke pipi orang Rusia , kira kira begitu dinginnya.

Akan tetapi… kata Asmuni.. Justru saya panas dingin meriang sebab sebentar-sebentar dia mulutnya bercecap, kepalanya dipegang. Tangannya meraih pena, lalu menuliskan sesuatu…(saya mulai menduga-duga ..padahal cuma ada sebungkus permen karet disitu lho..). Kelihatannya nama di Passport ndak match dengan di komputer.

Oladhalah tobil anak kadal ternyata dia bilang “your name too long, not enough room..” katanya sambil senyum dan menempelkan pipinya ke meja (tapi 10cm lagi baru -deg- nempel). Tidak heran kalau printout bukti setor BCA, nama saya selalu disunat menjadi Mimbar Bambang SAPU

Tablet Ipad saya gravir dengan nama Mimbar Bambang Saputro(a) – bener pakai tanda kurung (a). Maksudnya nama ini kadang dibaca Saputro kadang Saputra kadang Seputra kadang Seputro.  Harap maklum nama KTP dengan Passport  sudah tidak sinkron.

Jalan keluarnya saya lebih suka dipanggil “Mimbar” karena tidak terlalu banyak yang memilikinya sementara Saputro biarlah sebagai ecek-ecek nama Family. Entoh masih ada gosip bahwa pergantian nama ini masih berhubungan dengan Fengshui… ini sih gosip Chuiii. Kalau menurut Fengshui harusnya saya Bambang.. Tapi gila aja kalau ngikutin semua.

Akhirnya masa crusial lewat.. Saya lirik dimejanya ada ejaan kata demi kata dari nama saya. Pakai dikasih garis bawah macam petugas BCA mengecek nama dan jumlah transferan.   Petugas mengecek memberi label bagasi, lalu stiker kecil seukuran  beli voucher isi ulang lalu ditempelkan di cover passport.

Lho kok cuma dua (2) stiker, apa “macam” – karena kaget, terperucut kata “why only Duwa, not three” – eh encik cakap petugas Garuda Singapore cakap Malay “Okay Satu Lagi, sorry,” katanya.

Jangan “ngerasani” orang  Singapore didepan mereka.  Mereka tahu apa yang dibicarakan kendati tidak bisa mengucapkannya.

mimbar (dot) saputro (at) yahoo (dot) com (dot) au

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.