Posted in singapore, singapura

Ketika AirCon Mengenal PoliGami


Teknisi sedang perbaiki AC di Punggol

Enaknya kalau di Tanah Air mau pasing AC sebanyaknya asal kuat bayar listrik sah-sah saja. Satu AC Spli dilayani satu Kompresor. Kalau mau pasang dua AC, maka kita diberi dua kompresor.

Tetapi di Singapura satu apartemen cuma boleh satu kompresor. Dan untuk apartemen sederhana dengan 4 AC dilayani oleh sebuah kompressor. Biasanya kompresor dipasang dibagian belakang dekat kamar mandi sehingga air yang dihasilkan digelontor bersama aliran kamar mandi.

Cuma setelah dua tahun menjalankan praktek poligami per AC-an, salah satu AC mulai rewel dan mogok menjadi harem. Seperti buruh di jalan tol. Mereka mogok gok total sehingga kalau tiba cuaca cerah dan angin mati, hawa panas mulai terasa.

Akhirnya – dipanggil spesialis AC – sebut saja dari perusahaan SWAN.

Setelah clingak clinguk AC lalu di bypass dan akhirnya mereka lempar handuk sebab kerusakan pada sistem kabel. Agak mengherankan apartemen yang baru dua tahun ditempati dan tergolong masih baru sudah menunjukkan kabel bermasalah. Kalau kabel dikerikiti tikus – lha tidak ada tikus. Tidak ada kecoa, juga tidak ada lalat maupun nyamuk.

Sepanjang hari jendela kamar dibuka, cuma udara selat Johor yang sejuk masuk kedalam rumah.

Perusahaan berikut yang ketibanan sampur adalah KWANG Ltd. Mula-mula mereka mematok harga 200 dollar. Putri saya yang memang jago nego, langsung meradang – ini masih dalam “Two Years of Warranty” – harusnya gratis tis. Anehnya kok ya begitu didonder Lia, perusahaan Kwang langsung mengambil sikap seperti bapaknya, cuma hoah dan hooh saja.

Perjanjiannya pengganti kabel dan biaya pasang gratis, tetapi usia kabel di perpanjang warranti atawa garansinya dua tahun lagi.

Beberapa hari kemudian datang. Dua anak muda cuma berseragam mentereng Fujitsu warna polos abu-abu, macam warna favorit pejuang Taliban di Kandahar yang hanya boleh pakai warna polos. Satu sandalnya sudah tiarap habis, bisa dibikin stiker kalau mau saking tipisnya.  Melihat saya, dia cakap MALAY, dan memanggil saya BANG. Saya kebingungan sebab dia mau bilang AC Repair – yang saya dengar Power Rusa(k).

Satu rumah diperbolehkan satu Kompressor

Empat AC ditarik kabel powernya dan langsung diganti yang baru, dan membutuhkan waktu 40menit sebab mereka tinggal membuka Conduit Trunking (bilah plastik berbentuk pipa persegi). Jadi pukul rata satu menit mereka bekerja 1 dollar.. Saya hanya mengamati dan timbul kerinduan saat jadi mudlogger harus bisa troubleshooting memperbaiki  dari AC sampai Komputer.

Tidak ada uang tip.. sekali 40 dollar ya segitu.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.