Posted in kursi Roda, singapore, singapura

Kursi Roda


Kursi Roda

Ting-Tong, suara bel pertanda ada tamu yang kami nantikan. Sosok perempuan Jawa bercelana putih gojak-gajek (sedikit dibawah lutut), rambut dipotong pendek, baju lengan pendek, dia memperkenalkan diri sebagai Tini (nama seperti ini biasanya milik sosok Manis). Aseli Jawa tetapi sudah mulai mengambil cengkok Malaysianan.  Rupanya dia mengantarkan Kursi Roda Pesanan kami.

Tapi barang ini juga sempat menimbulkan shok – siapa sih yang mau ditunjang oleh kursi roda. lalu kepada sang calon majikan saya bilang, waktu Papa tamat SMU, maunya jadi AKABRI – tetapi keburu ketahuan berkacamata.  Memakai kacamata saat itu seperti orang “handicapped”. tetapi dengan waktu rasa rendah diri tersebut bisa diatasi.

Setelah berkacamatapun dasar otak tak sehat, mendaftar di AKUBRI pun tidak diterima. AKUBRI – Akademi Uang dan Bank RI) di Yogya.

Lalu suasana setengah shok saya cairkan dengan ambil alih dengan langsung, “nyengklak” dikursi dan bergerak kesana kemari. Kursi roda adalah alat penolong, bahkan terkadang membantu.

Antrean di Takashimaya yang begitu padat mendadak sang portir berbicara sebentar kepada supir taxi, dan tak lama tangannya melambai bahwa pengguna kursi roda harus didahulukan. Tetapi ada satu Kulit Pucat yang protes, mengapa kami didahulukan tanpa antre.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.