Posted in indonesia

Tiga Bhiksu (Abal-abal) ditangkap di Jakarta Barat – kata Republika


Yang ini Monk Original

Kesan saya kalau melihat orang berjubah oranye kecoklatan, membawa mangkuk nasi, maka orang ini pertama adalah manusia biasa yang sedang menjalani “wajib Pendeta” – sedang menyandang paling tidak 227 larangan termasuk duduk bersama dengan perempuan.

Kendati di sebuah Gereja di depan Gambir saya melihat Pendeta yang usai menikahkan keponakan saya – kok langsung menuju barisan Jemaah dan memberikan Cipika Cipiki..(saya merasa aneh sebab karena ndak ngerti). Mungkin kalau cipika-cipiki sesama lelaki berjenggot kok seperti  sesuatu yang dibanggakan” itupun kadang saya masih mempertemukan alis.”

Manusia berjubah ini konon hanya makan sampai siang saja, rejekinya didapat dengan menengadahkan tangan tetapi tidak boleh meminta. Mereka hanya menerima sedekah karena seseorang memang ikhlas memberikan.

Cuma yang di Grogol – istri saya komentar “Tuh Pendeta menyebalkan, jangan jangan KW1” pasalnya kalau ngemis lantas ditolak persaben bang, maka keluarlah makiannya dalam bahasa Cina. Apa ini pendeta garis keras… Jangan jangan ini model yang lagi ngetrend dinegeri kita slogannya “Kami Cinta Damai – tapi lebih cinta Nggrudug mesjid dan merusak rumah ibadah lain, kadang Bar juga.

Menurut media Republika, ternyata ada 3 Pendeta Cina berjubah Oranye Bluwek ini cuma abal-abal dari Cina sebab pada dasarnya mereka pengemis. Wah baru 3 yang ketangkap, kalau kata Winetou – bilamana melihat ada satu Kulit Pucat berarti banyak Kulit Pucat lainnya.

Selain memporak-porandakan penghasilan pengemis aseli Negeri ini, Jangan-jangan yang lain sedang mencoba mengikuti jejak sukses kakek moyangnya ketika datang ke negeri ini sebagai orang melarat lalu menjadi konglomerat.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.