Posted in mudlogger, mudlogging

Bahasa “Inggris” yang kerap didengar (1)


  1. Ada tilpun berdering diruang kerja Mud Logger – lantas isinya instruksi dari Dick si Company Man asal Texas – “Mudlogger Set Your Pump Stroke to Zero, we start Circulate Bottom Ups.” 

Ini bukan pengumuman biasa.

Pertama mudlogger akan mereset Pump Stroke Counter menjadi Nol. Dulu pump stroke counter memang dibuat dari Tachometer mobil yang dimodifikasi sehingga saat ada kegiatan pompa, mereka bergantian, saling berbunyi klik..klik.

Teman-teman teknisi malahan membuat pump stroke macam timer, artinya bilamana mencapai angka tertentu alarm berbunyi sehingga mudlogger akan memberi tahu kepada Juru Bor, kepada Tool Pusher, kepada Drilling Supervisor bahkan kepada rekan Mud Engineer dalam artian semua cutting dalam lubang sudah disirkulasikan keluar habis (bottoms up).

Tentu mudlogger harus dibekali pengetahuan Geometri atau Profile Lubang Bor, Panjang DrillPipe yang ada dalam lubang serta ukuran garis tengah luar dan dalam, Panjang DrillCollar dan ukurannya, panjang Heavy Weight Drillpipe mulai dari ukurannya,  jumlah section lubang bor mengingat lubang bor minimum ada dua section. Pertama Section lubang bercasing, kedua section lubang terbuka. di lepas pantai malahan ada section ukuran Pipa Riser.

Sudah barang tentu tugas mudlogger adalah mengumpulkan serta membungkus dan memberi label cutting yang naik ke permukaan. Aturan yang praktis, kumpulkan cutting sebanyaknya entah diminta atau tidak oleh para Wellsite Geologist. Sebab sekali cutting hilang karena terlanjur dibiarkan maka MudLogger akan bermasalah dengan data.

Yang tidak boleh dilupakan adalah Waktu dan Tanggal kapan mulai sirkulasi. Dan jangan pernah lupa mencatat dalam buku Agenda Bersama (Mudlogger Wajib mengisi Agenda, sehingga terlatih menulis dan membuat laporan). Berani jamin – teman dari Directional Driller, MWD LWD, Bit Engineer akan girang sekali mendapat informasi seperti Awal Sirkulasi, lama sirkulasi dan Stop Sirkulasi. Jangan pernah menggantungkan ingatan, sebab boleh jadi beberapa minggu atau bulan kemudian ada pertanyaan sederhana seperti Kapan Sirkulasi berhenti.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.