Posted in Uncategorized

episode Lie To Me – Sacrifice – pemainnya sembahyang subuh cuma pakai Boxer


Filem detektif ini diputar di FOX channel. Di Singapura, channnel macam TV Kabel seperti Indovision. Bedanya dekoder yang disewakan sudah diberi feature bisa merekam episode yang kita pilih. Putri saya merekam NCIS, Castle, Voice, Sherlock Holmes dan yang sudah lama tetapi saya baru tonton ya Lie To Me.

Lie To Me langsung membetot sukma dan saya tonton berulang ulang sebab ada yang unik yaitu sang detektip dari Lightman Group – mengungkap kejahatan dengan gerakan alis, tangan, geraham. Biasanya si tertuduh diinterogasi kadang diprovokasi. Pembunuh berdarah dingin – misalnya, kalau cuma digertak dengan ancaman hukuman penjara lebih berat, mereka ndak gentar.  Wajah mereka umumnya dingin. Lightman biasanya memprovokasi dengan datang saat lunch, lalu mengeluarkan hamburger, makan cimat cimut tanpa menawari sang terdakwa.  Nah, penjahat kelas wahid juga bakalan “ngeces” kalau bau mayones dan daging panggang. Dari peristiwa “makan-makan sendiri” sang detektip membuat template “micro analysis.”

Saya pikir – waktu persidangan hangat-hangat tahi ayam Angie, ada pakar kita yang ikut-ikutan menganalisa wajah Angie apakah dia bohong atau ngibul.

Di episode lain, Detektip Lightman dan teamnya kesukaran menganalisa wajah ibu yang tertuduh membunuh anaknya sendiri. Ibu Tajir ini menangis saat ditanya – hari-hari terakhir bersama putrinya. Detektip Lightman hanya bilang, air matanya – air mata kesedihan. Tapi guratan wajah tidak menampakkan ia sedih. Setelah hampir 59 menit saya juga dibuat bertanya-tanya, barulah rahasia terbongkar, sekalipun sedih luar biasa, sang ibu wajahnya dingin seperti orang bersuka cita. Rupanya selama ini ia di Botox..gitu loh.

Dalam episode “Sacrifice” – layar dibuka dengan beker berkerja ring-ring, lalu ada angka 06:45 AM. Biasanya adegan ini basi, tangan geragapan mematikan alarm. Lalu terdengar pria berwajah Arab ini mengucapkan Basmalah (Bismilah lengkap). Rupanya ia mengambil wudhu untuk SUBUH pada jam 06:45pagi. Cuma, di negeri barat, menaruh kaki di wastafel buat Sembahyang –  bisa kelibas perkara non hygines dan non ethis.  Di Barat, sebaliknya menunjuk barang pakai kaki ditendang, hal biasa.

Jadi Tokoh kita membasuh kakinya dengan cara meletakkan baskom kecil di lantai. Lalu terdengar ia membaca Allahuakbar dan saat bersujud, sang tokoh yang saat tidur memakai kaos, sekarang Sembahyang dengan hanya pakai Celana Boxer. Apa sutradara ingin memperlihatkan dia anak Gym dengan sixpack-nya.

Di Indonesia sekelompok orang hanya mau sembahyang ditempat sektenya, golongannya yang diyakini paling betul dan orang lain paling salah. Lantas saya bingung sekte apa lagi yang membolehkan sembahyang dengan celana kolor saja.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.