Posted in basikal, sepeda

Sadel Sepeda Juga diperlakukan seperti Ban


Kadang kalau bersepeda terlalu lama, daerah sekitar bokong, selangkangan yang bergesekan dengan pelana (saddle) siklis kita mulai terasa nyeri, terkadang kram.

Keadaan menjadi menjadi-jadi apalagi kalau sadelnya keras.

Dipasaran tersedia sadel yang sudah diisi angin, sehingga kekerasan dan keempukan ban yang cuma disarankan 5psi ini bisa diatur oleh penunggang sepeda. Jangan kuatir soal pompanya sebab setiap pembelian diberikan pompa tangan yang bentuknya lebih kecil ketimbang pompa tensimeter manual yang biasa dipakai oleh para dokter atau mantri di klinik.

Seperti halnya ban sepeda atau barang-barang berbantalan angin maka tekanan pelana setiap dua bulan sekali mulai berkurang. Pelana ban yang mulai kempes mudah dikenali. Pertama kalau dipergunakan, pelana rasanya empuk. Tetapi manakala ketemu medan bergeronjal, jalanan tak beraspal maka ia mengeluarkan bunyi engket-engket macam kursi rotan kalau diduduki Poo si KungFu Panda.

Cara memompanya cukup hubungkan pompa tangan (gratis dari penjual), lalu tekan bola karet perlahan-lahan. Entoh pemilik sepeda juga biasanya memiliki pompa tangan.

SETELAN BUANG UDARA

Sadel siap dipompa.. Pompa gratis diberikan penjualnya.

Pas nempel di bola karet ujung dari selang hiljau ada sambungan terbuat dari kuningan yang fungsi lainnya adalah untuk mengempeskan sadle.Caranya putar sekrup kekiri..

Tentu saja anda bisa mengempeskan sadel dengan menekan kelep pada sadle. Tidak rumit, semua seperti dibuat secara instinctive. Baca petunjuk di bungkusnya malahan bikin bingung.

Sekarang naik sepeda makin nyaman saja. Apalagi sejak diperkenalkannya sadel dari Dr. Air

mbambangse  at yahoo dot com dot au

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.