Posted in sepeda

Speedometer Sepeda


Terkadang kepingin tahu juga sih sudah berapa jauh saya ngowes si Ale sepeda saya yang nama lengkapnya Aleoca. Lalu saya berfantasi, kalau saja pemilik Aleoca sesekali bertukar fikiran dengan pemilik tas Kipling yang simbulnya monyet dan selalu setiap individu monyet memiliki nama misal Travis, Watson – maka setiap sepeda bakalan punya nama.

Pilihan saya pertama kali adalah Speedometer atau lebih pas lagi Odometer yang mengacu dari gerakan mekanik. Sebagai mudlogger – kami memiliki sensor RPM (Rotation Per Minute) , sensor ROP (Rate of (drilling) Penetration), sensor SPM (Stroke of mudpump per minutes) – semua mengacu pada semuah magnet mungil yang bila didekatkan pada proximity sensor akan mengirimkan signal. Untuk sepeda, proximity diberi catu tenaga dari baterei kancing mantel Polisi CR2032H.

Magnet akan dibungkus dalam kotak plastik mungil lalu dijepitkan antara jari-jari sepeda. Sementara batang proximity (penerima) – akan kita taruh, bahkan diberi tie cable biar jangan bergerak.

Jarak antara Magnet dengan Sensor tidak boleh lebih jauh antara 1-2 milimeter.  Karena alat ini bukan wireless, maka pastikan pemasangan kabel tidak serampangan dan perlu diikat dengan cable tie. Mudah-mudahan anda tidak dikira beli dari Mal 24Jam di Farrer Park bernama Mustafa – yang setiap transaksi diikat dengan cable tie.

APA SAJA YANG DIDAPAT

  1. Anda bisa baca kecepatan sesaat dan kecepatan rata-rata
  2. Jarak tempuh dalam kilometer dan dalam waktu
  3. Berfungsi sebagai jam
  4. Dengan menekan dua tombol sekaligus maka semua harga “trip” direset jadi nol, kecuali odometer.

KALIBRASI PERLUKAH?

Ini pertanyaan umum… Secara default alat ini sudah disetel sehingga kalau anda pakai pelek 26, tidak perlu melakukan kalibrasi. Di jalanan trak sepeda di Singapura sering diberi petunjuk jarak setiap 200 meter. Saya menyocokkannya dengan alat ini dan masih masuk akurat. Kadang saya cross check dengan GPS juga tidak banyak berbeda.

KALAU HUJAN GIMANA

Ini dia… Di Singapura saat saya tulis, musti hujan saban hari. Pernah sekali tempo saya terjebak badai di jalanan tidak ada tempat berteduh apalagi tempat curhat. Rangsel saya sudah menjadi penampung air. HP yang terbungkuspun tembus basah. Ternyata alat ini melaju tanpa masalah diderasnya hujan.

Kadang saya menggunakan GPS di HP, atau saya gabung GPS Garmin… Sering lupa bahwa alat canggih ini boros baterei sehingga kalau anda sering menggunakanannya sering di charge atau bawa baterei cadangan.

Alat yang kita bicarakan sejak Februari 2012 saya pakai sampai April 2012 belum menampakkan lesu baterei.

Jadi satu paket “wire” speedometer sudah terdiri dari

  1. Magnet termasuk bracket
  2. Sensor termasuk bracket (diberi potongan ban dalam untuk mengurangi efek vibrasi, cat sepeda tidak rusak dan tidak mudah bergeser tempat
  3. Meter sensor termasuk bracket dan kabel untuk dipasang pada setang sepeda.
  4. Baterei
  5. Cable tie.

Pendeknya kalau mau pasang ini anda cuma butuh satu obeng kembang atau obeng belimping kecil. Juga gunting kecil, kecuali kita mau potong ekor cable tie dengan gigi. (canda orang tua)

 

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.