Posted in apartemen

Mengantar anak akad Apartemen


Maket adalah sarana permainan Ilusi yang terkadang membuat fantasi kita muncul begitu indah. Entoch saya masih suka ditipu ilusi fotography dan ilusi ruang.  April 21-2012, saya berada di Taman Anggrek mencari headphone untuk laptop bersama Satrio, bungsu saya  yang juga berkeinginan sama untuk smartphonenya.

Kok didepan toko penjual gadget – ada promo apartemen oleh kelompok Podomoro dan pengembang Total Persada.

Kami tidak berniat serius, apartemen sesuatu diluar mimpi saya. Tetapi saya dan bungsu mengadakan uji-coba teknik marketing. Lalu kami pura-pura melihat maket dibalik kaca, seorang perempuan muda dengan rambut diikat dibelakang kepala macam ponytail langsung berdiri. Saya lirik gerak tubuhnya, perempuan ini penuh semangat, tidak ada kesan “ah orang model elu cuma tanya, ambil brosur, sampe dirumah brosur dibuang dan bye bye..

Bungsu saya mencecar beberapa pertanyaan, bapaknya mengamati bahasa tubuh – perempuan yang belakangan saya tahu dia sedang turun peringkat ke posisi dua dalam jajaran penjualan rumah. Steve Jobs pernah bilang (kata temannya yang menulis Biography), setiap bertemu calon pelanggan, kita harus siap seperti  “Mewartakan Kabar Gembira – bisa itu pen, stiker atau apa saja.” Dan lakukan pada saat akhir pertemuan.”

Saat yang saya tunggu tiba, ia mengeluarkan list apartemen, ada dua lokasi yang ia Kuning-kuningi dengan Stabilo Highlight Marker. “ini harganya 50 juta lebih murah, calon pembeli ternyata tidak dapat persetujuan dari Banknya- sehingga mereka mundur.”

Menyiasati keterbatasan ruang dengan memasang TV ala mountingJreng…Ada drum bergema ditelinga saya, kalau filem Kung Fu Panda – Pho sedang bersiap memberikan jurus kungfu terakhir yang pasti membuat musuhnya terkapar.

Kalau bapak mau booking fee malam ini. Saya Locked jadi saat Topping Off (pelunasan) besok di Pluit tidak ada yang ambil.. Kami ada 50 tenaga marketing tersebar, bisa jadi besok terlambat…” –

Ini urusan hidup mati – 48 bulan kedepan, 36 tahun kedepan.

Sebelum pulang kami berdua menghabiskan malam minggu di Hanamasa.

Tetapi sambil makan saya perhatikan bungsu saya masih berkutat menghitung sana sini, dia merencanakan backup plan yang saya dengar dia bergumam, mama, papa, mbak, tante Lina, Oom Syam – entah siapa lagi.

Rupanya memiliki rumah menjadi obsesinya.

KELOMPOK ANTI – Terbanyak

Untuk catatan – bungsu saya sudah mendatangi 8 pengembang, mewawancarai Oom dan Tantenya, mamanya, saudaranya. Umumnya masuk kelompok ANTI. Supporter pembeli apartemen baru mbakyu dan bapaknya.

Kalau saya jabarkan kelompok “anti” umumnya berpendapat uang segitu, kalau apartemen paling juga ukuran studio photo. Ongkos maintenancenya besar, Selfish, lha rumah orang tuanya nanti mau diapain, baru kerja setahun mau macem-macem senang senang dulu, barang impor dari Uzbek dan ChungKok diobral cuma 1,5 juta.

KATA KELOMPOK PRO

Kelompok PRO ya cuma sedikit termasuk bapaknya.

Bagi orang Cina – Pluit adalah daerah Banjir, Kelapa Gading daerah banjir. Tapi sekali mereka tahu bahwa daerah tersebut FengShui bagus Punyak! – maka banjir bukan halangan. Mau rejeki kenapa takut kehilangan modal. Ngomong aja ama ember jebol.

Kalau mau daerah NON BANJIR maka uang dikantongmu harus sebanyak Banjir Bandang.

Kalau mau kamarnya diatas 100 meter persegi maka – satuan uang tidak dalam ukuran Jut melainkan “M”..

Kitchen SetBeli tanah saja urusan dengan jodoh atau tidak jodoh, punya uang tanah belum ada, ada tanah uang nggak gablek, belum urusan dengan makelar tanah, tanah yang berlapis pemiliknya, mencari anemer, berurusan dengan harga bahan bangunan yang setiap tahun bisa naik 25 persen. Mau masuk(in)   barang barang sendiri ke rumah sendiri diintili kelompok jamaah Palakiyah, barang ndak boleh masuk kalau belum bayar uang sukarela tetapi memaksa.

Pengalaman membuat rumah, pakai anemer yang katanya jempolan, bikin WC saja salah. Bikin atap Carpot belum setahun sudah mentiung (melengkung).

Apalagi view disamping adalah Pantai Jakarta, PLN Muara Karang dan di latai Ground ada Bandar Jakarta.

YA atau TIDAK

“Jadi gimana pah” – tanya anak saya.

Saya tersentak, sebetulnya sedang menjadikan diri saya Pendulum, bergerak kekiri kekanan, bertanya kedalam bawah sadar ya atau tidak.. (Caela, kelihatan banget boongnya)..

Ambil nak..” memiliki bangunan selebar studio lebih baik daripada memiliki rumah selebar Gelora Senayan tapi sebatas angan-angan.. Untuk anak yang usia 24 tahun, kerja baru setahun, kamu sudah melompati cara berfikir orang tuamu.

Akhirnya Minggu 22-April-2012, resmilah bungsu saya menandatangani Apartemen miliknya sendiri, dari keringatnya sendiri keringat dari seorang Mudlogger dan WSG. Dia sudah rasan-rasan kepingin jadi Drilling Engineer..

Perasaan saya seperti melihat Bungsu saya – pergi sekolah untuk pertama kalinya, melihatnya Wisuda, mengantarnya ke Bandara untuk pergi ke Rig.

SPIRIT OF KUNGFU PANDA

Pulangnya dia tanya – kenapa Pah kalau saya datang ke marketing sering dicuek bebek sama marketingnya.Kalau sama Papah mereka langsung hormat, dan sangat informatif.

Nah kali ini bapaknya sok memberikan nasehat.

Masuk blusukan diantara para pembeli  apartemen yang umumnya kelompok etnis pedagang, jangan keder. Kita harus mensugesti diri bahwa “gue bisa beli, bayar kontan gue jabanin..”

Tapi kalau kamu kecut, kecil hati – Aura wajahmu akan terbaca sipenjual.. Aku mau mengutip filem jadul Kung Fu Panda, waktu Bebek penjual Mie ditanya Poo sang Panda “apa resep rahasia mie bisa jadi terkenal..”

“Mie dimana-mana bumbunya sama, tapi kalau kamu percaya Bakmi Kami istimewa, ya orang akan percaya kepada kamu. Jadi percaya kepada dirimu sendiri baru orang lain percaya kepadamu..”

Gini-gini di MudLogging Comapny saya pernah dapat pendidikan Effective Presentation (bagaimana mempresentasikan diri), Succesfull Negotiation.. Dan semuanya saya terapkan dalam hidup sehari-hari. Pensiunan nyombong dot net

Kamar Tidur

Dermaga Kapal salah satu sarana Apartemen ini

Muara Karang dilihat dari Apartemen

Didapan bangunana yang katanya tamannya sedang dirombak oleh arsitek dari Singapore Marina Beach Sands

Like · · Unfollow post · Share · Delete

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.