Posted in mudlogger, mudlogging, oil base mud, oil rig

Swike berkaki Dua


SWIKE PITIK JOWO

Di persimpangan Kapur Tulis – Cepu kami memasuki warung “Sambel Ijo” karena tertera pelbagai masakan. Sekitar jam 14:00 nampaknya orang rata-rata beristirahat karena kepanasan, termasuk pemilik warung.

Setelah mendengar kegaduhan dari suara kami memasuki warung seperti kata – spada yang disuarakan secara meninggi, muncul sosok perempuan muda dari balik sekat yang membatasi pembeli dengan ruang masak.

Sambil serabutan, perempuan muda berkaos lengan pendek ketat abu-abu ini  mengangkat kedua tangannya membenahi rambut hitam sebahu untuk segera dikuncir – mbak Neni segera srebat-srebet memanaskan penggorengkan untuk menyuguhkan hidangan yang kami pesan.

Mata saya terpaku pada selembar poster bertuliskan Swike Ayam Kampung, maksudnya dengan masakan ayam, ia akan merengkuh kelompok penikmat kuliner lebih banyak lagi. Nama swike tidak harus hewan berkaki empat dan hidup disawah, mungkin demikian jalan pemikiran mbak Neni.

Niat mencoba terpaksa saya mengkeretkan. Sudah namanya Swike membuat saya sedikit “gojak gajek” ragu. Eh masih ditambah dengan bagaimana Swike akan disantap, sekedar pedas (5 rawit), pedas medium (10 rawit), atau pedas bener (15 rawit).

Lagi-lagi perempuan mirip Artis Shanti edisi belum dandan ini menambnahkan kata humor “Level” yang mewakili jumlah cabenya. Sayangnya saya bukan pemain “pedas” sehingga level pemulapun saya ndak berani mencoba. Sayacuma berani order Bebek Goreng Kremes, ndak pakai cabe. Atau kalaupun berani, pakai cabe tapi cuma bekas ulekan orang lain.

Cepu 2 Juni 2012

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.