Posted in tuah

Kompetisi Bunga Kamboja


Ada kemboja Jepang, ada kemboja putih, apapun namanya orang mengasosiasikan dengan “flower of other side world” – mangkanya waktu kecil dulu, manakala pulang mengaji melewati pohon Kemboja yang sedang mekar harumnya lantas tercium bau “Mantang Bakar” – (Palembang Ubi Jalar dibakar), maka kami pasti terbirit-birit sebab kata teman-teman itu bau ketiak Gondoruwo. Saya bilang jangan-jangan Kaos Kakinya dicabut dari sepatu Karet Bata.

Itu kejadian puluhan tahun lalu. Lha menjelang badan bakalan bau kemboja, bukannya takut akan Gondoruwo alih-alih keluarga saya menyukai bunga ini.

Bukan untuk dironce-ronce melainkan dicari yang helainya cuma 4. Bisa dilihat kalau ada sosok melewati pemakaman sambil menunduk, mereka cari daun kemboja 4 helai. Mereka bagian dari keluarga saya. Mau bunga di kuburan, bisa-bisanya dilepit dalam dompet-sampai kering kerontang. Hopo Tumon tapi aku bisa bicara apa?

Bagi anda yang dirasakan tulisan ini melecehkan keimanan, monggo – dilewatkan saja… Sebab bab selanjutnya akan berbau Tahayul…Aku ndak mau jadi Olga..

Perbuatan ini lama-lama dilirik para Asisten rumah tangga, mulai dari pak Lanjar, Mbak Nani pagi-pagi buta sudah mulai mencari Kemboja 4 lembar.

Terang saja Nyonya Desa Gancahan – Ngayogyakarta  tetapi “Dedeg-Piyadeg” profile wajah dan perangai macam orang Sumbagut ini sering morang muring sebab nggak kebagian Kemboja 4 helai..

Wooooi Nanik.. Woi.. Lanjar… Kembang Guwe Secara Elu Abisin ya…

Kami biar ketularan hoki juga…nggak jadi pembantu terusss…”, kata mereka

Penjelasan bahwa Kemboja 4 helai adalah bunga cacat – sudah tidak masuk hitungan nalar. Sama dengan kepercayaan mereka akan sejenis Madu – yang rasanya macam Pisang Busuk-tapi mahal, selalu dilolohkan ketenggorokan saya karena percaya obat sakti. bahkan ada seorang ibu Bisulan ndak sembuh-sembuh ditetesi caira “rasa pisang busuk” kok mengaku sembuh. Kita masih dijajah kata-kata Obat Sakti, Buah Sakti, apa-apa saja sakti..

Tetapi persaingan inipun tidak berjalan lama..

Lha kok sekarang, para asisten juga mulai morang muring ndak keruan. Pasalnya ada anasir asing yaitu orang dijalanan Muwardi Raya sekarang ikutan SUBUHAN – mengendap-endap dengan sabar menanti mendaratnya  si kelopak empat.

Believe it or not.. It is real

Lalu ingat sebuah lagu Elvis Good Luck Charm –

Don’t want a four leaf clover
Don’t want an old horse shoe
Want your kiss ’cause I just can’t miss
With a good luck charm like you

Come on and be my little good luck charm
Uh-huh huh, you sweet delight
I want a good luck charm
a-hanging on my arm
To have, to have, to hold, to hold tonight

Don’t want a silver dollar
Rabbit’s foot on a string
The happiness in your warm caress
No rabbit’s foot can bring

Find more similar lyrics on http://mp3lyrics.com/Qn5Come on and be my little good luck charm
Uh-huh huh, you sweet delight
I want a good luck charm
a-hanging on my arm
To have, to have, to hold, to hold tonight

I found a lucky penny
I’d toss it across the bay
Your love is worth all the gold on earth
No wonder that I say

Come on and be my little good luck charm
Uh-huh huh, you sweet delight
I want a good luck charm
a-hanging on my arm
To have, to have, to hold, to hold tonight

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.