Posted in Uncategorized

You from Batam or Jakarta


Toko Pingpong BrasBasah Complex Singapore

Jleg saya sudah mendarat sebuah toko khusus pingpong di komplek pertokoan di BrasBasah – Singapura. Tujuannya sudah pasti – mencari peralatan berupa “Blade” – tamplekan PingPong dan Karet “Rubber”nya.

Si penjual langsung tanya – Raket apa yang kau cari – TopSpin, Control Ball, Attacking, Defensive? 

Saya ngebathin ngomong opo orang tinggi besar didepan saya ini. Saya ke BrasBasah cuma kepingin beli raket pingpong  biasa jadi mata saya jelalatan menjelajahi isi toko. Nampak Video Pingpong, majalah Pingpong, Raket, Seser Bola, Net, Bola Pimpong sampai ke ROBOT yang mampu mensimulasi permainan seakan-akan ada pemain yang secara akurat mengirimkan bola.

Saya lihat trophy penghargaan.. Saya ajak dia bicara Pingpong – “Sering ikut tournament Pingpong Ya”

Pemilik toko yang kelak saya tahu namanya G.K.Tan dari Toko Kingdom PP Sport ini menjawab.

Saya pernah main dengan Fandi Ahmad

Lho? kok jawabannya anhe atau saya salah dengar nih.

Sekali tempo kami beradu muka dengan Fandi Ahmad, tempurung kaki saya lepas, saya harus berobat ke Sinshe.

Kok Main pingpong bisa ada tackle? – Atau Fandi Ahmad dulunya main Pingpong?

“Fandi Ahmad – bukannya pemain Bola Kaki atawa Soccer?”

Rupanya dia mau bilang – pernah cedera main Bola Sepak – sekarang pindah ke bola pingpong. “Pingpong better – you exercise – no Injury”.

Lantas dia mulai cerita pemain PingPong dari Indonesia – misalnya Wawa dan entah siapa lagi..Pemain Pingpong Indonesia Bagus-bagus.

Sekarang saya yang bego dengan suksesnya. Semua nama yang disebutkan seperti tidak berkesan sesuatu.

Terlepas pertanyaan “Are You From BATAM or Jakarta Ha..”

Orang main Badminton -mengidolakan Rudi Hartono, Soccer mengidolakan Mesie. Kok saya buta pemain bangsa dewek.

Wajar saja pemilik Kios peralatan Khusus Pingpong di Komplek Bras Basah ini bertanya demikian. Pertama ada orang Indonesia nyasar shopping ke komplek pertokoan yang masih pakai “cash and carry” – tidak mengenal transaksi Kartu Kredit, tidak pakai Bon. Beli alat pingpong tapi ndak tahu siapa pemain pingpong Top Markotop dari negerinya sendiri.

Ketemu tokonya kebetulan, kios kecil dan satu-satunya petunjuk dia toko alat Pingpong karena tergeletak sebuah Meja Pingpong. Beberapa trophy penghargaan dipajang.

Saya selalu ikut Turnamen Pingpong, selalu kalah. Tapi banyak teman sebab orang suka kepada pihak yang kalah..” – Entah makan apa pemilik toko ini.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.