Posted in kartu kredit

Istriku kena Hack kartu kreditnya saat di Singapore


Seumur-umur ibu rumah tangga yang baru merayakan Ultah ke 54 ini boleh terbilang “katarak” soal beli-membeli software cara ONLINE. Komputerpun tidak pernah disentuhnya, apalagi berurusan software, internet, dan belanja Online. Masih jauh panggang dari Api.

Beberapa Kartu Kreditnyapun cuma jadi pajangan buat ¬†“punyak-punyak” Harap maklum baru bangunpun kita sudah ditawari kartu kredit – jalan-jalan ke Mal sudah dicegat Kartu Kredit.

Tapi betapa kaget macam dijepret karet gelang dobel bekas gado-gado pedes ketika Customer Service sebuah bank menilpunnya serta memberitahukan bahwa ia bertransaksi  beberapa kali dan yang terbesar adalah senilai 460 dollar untuk keperluan membeli software di Singapore. Seingatnya Kartu kreditnya ia pergunakan membeli peralatan makeup di Vivo City Singapore saat menengok keluarga yang sakit di Singapura.

Kartu memang langsung diblokir, tetapi ia harus menghabiskan waktunya seharian mendatangi ke kantor Penerbit Kartu Kredit di bilangan jalan Satrio. Dari sini ia baru tahu cara hacker “singapore” bekerja. Mula-mula membelanjakan dalam jumlah kecil sebesar 1 dollar. Setelah dirasakan tembus-dan aman – maka ia meningkatkan menjadi 460dollar. Namun pihak bank rupanya tidak mau kecolongan mereka lalu melakukan konfirmasi.

Kartu yang diblokir lantas di gunting menjadi serpihan sehingga tidak memungkinkan seseorang menyatukannya kembali.

Hacker Singapore rupanya masih belum berhasil.