Posted in kartu kredit

Istriku kena Hack kartu kreditnya saat di Singapore


Seumur-umur ibu rumah tangga yang baru merayakan Ultah ke 54 ini boleh terbilang “katarak” soal beli-membeli software cara ONLINE. Komputerpun tidak pernah disentuhnya, apalagi berurusan software, internet, dan belanja Online. Masih jauh panggang dari Api.

Beberapa Kartu Kreditnyapun cuma jadi pajangan buat  “punyak-punyak” Harap maklum baru bangunpun kita sudah ditawari kartu kredit – jalan-jalan ke Mal sudah dicegat Kartu Kredit.

Tapi betapa kaget macam dijepret karet gelang dobel bekas gado-gado pedes ketika Customer Service sebuah bank menilpunnya serta memberitahukan bahwa ia bertransaksi  beberapa kali dan yang terbesar adalah senilai 460 dollar untuk keperluan membeli software di Singapore. Seingatnya Kartu kreditnya ia pergunakan membeli peralatan makeup di Vivo City Singapore saat menengok keluarga yang sakit di Singapura.

Kartu memang langsung diblokir, tetapi ia harus menghabiskan waktunya seharian mendatangi ke kantor Penerbit Kartu Kredit di bilangan jalan Satrio. Dari sini ia baru tahu cara hacker “singapore” bekerja. Mula-mula membelanjakan dalam jumlah kecil sebesar 1 dollar. Setelah dirasakan tembus-dan aman – maka ia meningkatkan menjadi 460dollar. Namun pihak bank rupanya tidak mau kecolongan mereka lalu melakukan konfirmasi.

Kartu yang diblokir lantas di gunting menjadi serpihan sehingga tidak memungkinkan seseorang menyatukannya kembali.

Hacker Singapore rupanya masih belum berhasil.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.