Posted in Uncategorized

Tak Putus dirundung Gledek


Hari Jumat 21 Desember 2012 - hujan masih enggan menghentikan 
curahannya. Saya beringsut turun dari lantai 15, langsung berpayung dan 
niatnya masuk mobil. Tapi pintu mobil kok ndak bisa dibuka pakai remote 
control.

Mulai deh panik digedein, sampai sampai kurang memperhatikan sapaan 
rekan sekantor.

Saya perhatikan..

Lampu pada spion berkelip-kelip seperti tanda alarm aktip lantaran ada 
usaha memasuki pintu dengan paksa.

Tapi saya tidak melihat keanehan misalnya usaha pencurian. Tidak sama 
sekali..

Kalaupun aneh, GPS mobil yang menempel kaca sudah copot dari dudukan, 
dan mangkokannya mengeram tepat pada mangkuk bekas sarapan havermut 
saya. Ini aneh, melihat jarak mangkok-dudukan alat yang menempel erat di 
kaca sampai bisa bikin mencelat sejauh 40cm dan plung, ikut mencicipi 
koretan havermut.

Mobil saya start, tidak ada respons...

Boleh jadi petir menghantam kendaraan yang diparkir dipelataran luar. 
Lantaran Alarm yang disetel “mute:” berakibat lampu alert menyala tanpa 
pernah menarik perhatian sampai aki melemah.

Mobil memang hidup kembali dengan mudah saat dipancing dengat teknik 
Jumper. Kabelnya juga minjem - sebab jumper yang ditaruh dalam bagasi 
ikutan terkunci saat aki kendaraan soak. Aki masih diberi tulisan oleh 
putra saya Satrio 21-Jan-2012 artinya baru sebelas bulan.

Setelah keadaan tenang terkendali, GPS saya nyalakan... ternyata sudah 
menjadi Mendiang GPS. Semoga saya diberi ketabahan.

Akan tetapi yang bikin teori saya soal geledek-menggeledek itu lemah.... 
pasalnya mobil yang lencang kanandan lencang kiri - distart angsung 
"brum" mulus tanpa masalah...

Saya seperti tak habis dirundung Geledek..

Rumah saya di Bekasi, kalau berani menyalakan alat listrik sewaktu hujan 
lebat... Resiko ditanggung sendiri - Laptop-pemanas air, Kulkas, CCTV, 
Bel Rumah sudah menjadi saksi kebrutalan putra petir ini.

Dalam bulan Desember 2012, saya mencatat 3 kabin Mudlogging perusahaan 
kami yang jebol disambar geledek.

Dua puluh tahun lalu catatan saya menulis setiap bulan April,dua tahun 
berturut-turut unit Container MudLogging kami mengalami kerusakan akibat 
geledek.

Waktu kos di Yogya... saat mendengarkan radio Geronimo mengalunkan lagu 
Roberta Flack - Killing Me Softly - mendadak radio transistor saya (batu 
baterei 6), langsung almarhum sesaat kilat menyambar. (semoga saya 
diberi ketabahan menerima muzibah ini).

Montir radio di Mbeji (Beji) saya ceritakan kejadiaannya melihat saya 
sebagai pembual bin halusinasi binti halitosis - maunya mereka radio 
baru bermasalah kalau saat dicolok listrik lantas kesambar gledek. Tapi 
kalau radio baterei mana bisa. Nyatanya bisa.

Kalau GR dot Com...Jangan-jangan saya keturunan Pangeran Anis....

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.