Posted in Uncategorized

Mari Makan Bakso dengan Borax, pasti enak dan tidak masam..


Manakala sedang main ke Citraland-Grogol, kami kerap mampir kedai Bakso Tahu ala Singapore. Itu lho yang sayurnya ambil sendiri, bakso dan pernik diambil sendiri, lalu plung oleh pelayan dimasukkan kedalam kuah panas.

Namanya Ibu-ibu, manakala saya bilang Supnya Wuenak, selalu saja mereka bertindak defensive.. “Aku Bisa Kok Masak Seperti Itu...” – dan Jreng..Jreng..Jreng, dalam waktu tidak lama makanan serupa akan dihidangkan dirumah. Dalam jumlah tidak sedikit.

Besoknya kepingin makanan yang sama tinggal ambil dari kulkas, besoknya lagi kalau masih belum bosan dan persediaan masih ada – tinggal plung..

Kebetulan lagi di Singapore, kebiasaan beli Bakso, Tahu dan pernik makanan Singapore juga dipertahankan.

Keesokan harinya  menjelang makan siang saya lihat didapur sudah menggelegak Sup Bakso lengkap dengan Kekan, Bakso, Tahu, Tauge, Kangkung. Hanya mi kuning yang absen.

Saya sudah ndak sabar lagi.. Dan bola daging yang masih hangat semi panas sudah saya gegares. Saya harus menggabungkan Ilmu Mendribel Bola agar panas bakso tidak menetap terlalu lama dalam mulut sehingga menimbulkan sensasi terbakar.  Tak lupa Ilmu Pernapasan, yaitu sambil menggolah Bakso sekalian ditiup menggunakan Pernapasan Tenggorokan. Jadi makan sambil mengeluarkan suara hwah-hwah.

Sayangnya pada gigitan pertama nyaris saya lepeh, sebab Tahu terasa masam, Bakso terasa masam. Padahal penganan ini cuma menginap semalam dalam di Kulkas.

Resiko penganan SEHAT, alias makanan tidak diberi Borax, Formalin dan segala macam ramu-ramuan pengawet , maka begitu dibeli harus segera diolah.

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.