Posted in Uncategorized

Cara bedakan KW atau bukan


Cara bedakan KW atau bukan

10 January 2014 at 10:05


Di rig pengeboran ada merek sepatu keselamatan yang terbuat dari kulit dan tahan seumur hidup – tetapi jaman berputar, keluarlah merek KW yang konon dari singkatan Kwalitas (teruk), sementara yang produksi aseli disebut ORI (sinil).. Dasarnya kita suka terbuai dengan istilah – maka keluarlah istilah KW1,KW2 – padahal sekali palsu ya tidak aseli…

 

Sekitar 30tahun lalu saya dan Andi (ini anak kota Gethuk), melakukan instalasi peralatan mudlogging. Ada kesalahan pasang kabel, salah satunya tidak memasang kabel Grounded dengan baik sehingga saat saya menyentuh badan kabin terasa sengatan listrik. Tetapi Andi yang saat itu pakai sepatu bagus dan electrical resistance – manteng saja keluar masuk kabin…

 

Dan saya mulai fanatik pada merek ini. Sekalipun untuk dipakai di lapangan berhujan seperti pegunungan PNG, maka kulit sapi perlu ini dilumuri minyak khusus agar tidak tembus air…

 

Bulan Desember lalu- ketika ada sambaran petir sekitar Rig kami, teman saya Steve yang pakai sepatu “Asal Ngebul” – terpental campur kaget terkena sengatan listrik. Saya beruntung – tidak terpengaruh sama sekali…. 

 

Sekaligus pudarlah istilah yang ditanamkan dibenak saya :”Wong Nggo Diidak Wae” – maksudnya cuma untuk diinjak saja kok harus khusus…

 

Di Hongkong saya tersentak melihat sepatu sport dijual lebih murah ketimbang Singapura, dan herannya satu jalan raya bisa ditemui banyak toko yang mengaku agen resmi sepatu tersebut. Ada yang mengatakan bahwa sepatu Hongkong tersebut aseli, tetapi dijual guna “muatan lokal” – artinya kuwalitasnya direndahkan..

 

Demikian dengan sepatu yang logonya mirip kepak-burung tadi. Merek terkenal mulai dipalsukan dan beredar di lapangan pengeboran…  Sehingga disalah satu situsnya ada pertanyaan “Bagaimana membedakan KW dan Bukan..”

 

Jawabannya adalah “ya belinya di Agen Resmi…”

 

Pesan ini tidak sampai kepada ibu Airin Darsono (bukan nama sebenarnya) yang November lalu berkenalan dengan Ibu Nguyen di salah satu kedai Kopi Starbuck di Terminal 1 – Bandara Changi.. Ibu Nguyen yang menawarkan tas tangan mereknya “HERMES”…

 

Tas dilepas dengan harga US $ 15.500 – Lima Belas Ribu Lima Ratus Ribu Dollar Amerika… Ada perbedaan tipis ketimbang di Counter..

 

Ternyata tas tersebut Palsu sehingga membawa perkara ini ke pengadilan setempat. Ibu Nguyen maksimal akan terima ganjaran 10tahun penjara dan denda lantaran jual barang Palsu…

 

Tetapi dua jam penerbangan dari pengadilan.. salah satu Presiden kita minum obatan Palsu… Lha kalau selevel Ibu Presiden saja masih kecolongan – dengan obatan palsu… Jangan bilang PANADOL palsu yang saya minum adalah kejadian luar biasa..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.