Posted in Uncategorized

SIM yang salabim


Ternyata SIM A saya mendekati kadaluwarsa… Dengar-dengar NGISOR jembatan Bandengan Jakarta Utara ada mobil SIM dan STNK yang prosesnya lebih cepat ketimbang di hotel-hotel atau mal-mal.. Lagian yang penting “Petugasnya Rajin..Rajin..”.

Baru duduk dibangku kayu, air hujan menepis-nepis pakaian kami… datang seorang lelaki… Berlengan panjang rambut sedikit gondrong tipis, bajunya kuyup…

Ananto, 40th, seorang kontraktor bangunan mengurus SIM yang hilang…
Tahun 2011 ia merasa memperpanjang SIM di tempat sama..
Maka ketika Dompetnya dicopet, menurut pengakuannya, ia berharap mesin cerdas bernama Komputer masih menyimpan datanya…

Nah inilah kira-kira jawaban petugas… kebetulan didepan saya..

“Pak Ananto, ada lima mobil keliling di Jakarta… Yang mobil ini 12599 – tidak menyimpan Arsip anda…. Kenapa bapak tidak ke Kantor Pusat di Daan Mogot?”

“Sudah Pak! saya sudah kesana…. katanya ARSIP kantor pusat hanya nyimpen sampai tahun 2006, mangkanya saya kemari…”

“Kalau begitu solusinya… bapak datangi setiap mobil keliling di Jakarta… siapa tahu arsip bapak ada disalah satu mobil.. Yang jelas bukan di mobil 12599 ini…”

Muka pria asal Kalimantan ini langsung terlesu-lesu.. “dikerjain dah kita..padahal kalau minta pelicin kita juga ngerti.. kok..”

 

“Cuma(k) emang kita(k) juga sala (nggak pakai H).. SIM kagak di kopi.. jadi zonder bukti.. ini bikin ribet…” – seraya geleng kepala menyesali nasi jadi bubur gosong pisan..

 

Merasa saya menjadi pendengar baiknya.. ia tidak segera berlalu tetapi CurCol habis-habisan…sambil gemetaran karena kedinginan…

Kepala saya seketika berubah menjadi halaman Notes Galaxy..

 

Mendadak..

 

“Mimbar Bambang …!!!” – nama saya dipanggil.. Lho kok istimewa, masih ada 3 orang yang lebih awal dari saya memperpanjang SIM… Ternyata “UDANG” dibalik pemanggilan saya adalah – biar Ananto segera berlalu…

 

Rupanya tanpa disadari solah tingkah Ananto bicara dengan saya diamati oleh ketika petugas dari mobil keliling…

 

Dengan memanggil saya lebih awal diharapkan Ananto berlalu..

 

Seorang petugas membaca kelahiran saya di Banten..langsung humor.. “Biasanya orang Banten Batu AKiknya Banyak..” Saya hanya menjelaskan duduk perkara sambil bilang.. Kalau sekarang .. Batu akik diseluruh jari sudah diganti Mobil Mewahnya 46 pak… Jaman sudah berubah..

 

Dia ngekek…

Jadi kalau Alm bapak saya yang Polisi masih segar bugar saya akan protes.. “Sidik Jari, Foto Diri katanya buat identifikasi penjahat seluruh Indonesia sampai dunia…” – bagaimana bisa terjadi lima mobil keliling masih di Jakarta satu sama lainpun (kalau benar) sama-sama tidak saling bicara (interface)…Kita masih gagap tergagap dengan teknologi…

 

Tak heran kita masih dengan mudah disadap…

 

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.