Posted in pelayanan, pelayanan payah

Serangan Satoe Maret Soal Bagasi


Image

Namanya bepergian menengok cucu… Demi  dia kuota bagasi yang tertulis di sebuah Matskapai penerbangan yang elkapitannya pak Rudi Kirana ini .. padahal Telak-telak dicetak hurup tebal diproklamirkan sejumlah 20 kilogram perkepala atau 40 kilogram untuk dua orang…Penerbangan Internasioal.. Kami isi sebisanya maksimal…

Maka kopor kami sudah bolak balk manjat timbangan rumah untuk ditakar agar angkanya mendekati nomor “40”.

Cuma pengalaman dengan petugas Bandara – soal bagasi mereka galaknya macam operasi gabungan Fasis-Nazi-Kempetai. Maka kali ini cuma berani angkut 35 kilogram sudah termasuk daun salam, Bakso Bu Ajeng yang diantar sendiri pemiliknya, Matabak LBS, Sate Ayam Cak Ferry… Artinya ada lima kilogram kami biarkan melompong…

Kami tidak sadar bahwa konon rumornya sejak 1 Maret ..jatah  BAGASI dipangkas  menjadi 15 kilogram per penumpang. Jadi mirip toko diskon Sepatu – anda baca 20 – sebetulnya sudah 15.. Cuma kali ini diskon yang bikin sesek napas..

Korban serangan satuMaret pertama jatuh di loket 32 Bandara Cengkareng Pukul 05:00 pagi adalah seorang wanita Bule yang antrean didepan kami…

Perasaan kalau orang Barat biasanya tertib akan jumlah bagasi… Tetapi wanita kulit putih cantik ini wajahnya tampak mbesengut “jutex” membuka blak-blakan isi kopornya sampai tampak terlihat satu dus Indomie, dan beberapa perkakas yang masuk tas kresek…

Eh giliran kami tercatata sebagai korban “ketidak tahuan” dari peraturan abu-abu.. Akhirnya bagasi lima kilogram pindah masuk backpack..

Tetapi kegalauan ini pupus lantaran pesawat yang sedianya berangkat pukul enam pagi, begitu jam 05:30 sudah “werrr” keangkasa…

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.