Posted in mudlogger, mudlogging

Diam bukanEmas, merundukpun bukan Padi


Diam bukan Emas..Merundukpun tak mirip Padi..

Namanya kerja di negeri orang,  ketika teman-teman menggunakan pepatah “Dikandang Harimau Mengaum di Kandang Kambing Mengembik”  maka baik dikandang macan ataupun Kambing kok saya lebih suka “pok..pok..pok petok” .

Misalnya saja…teman-teman satu Rig pada pakai Jaket Thermal pembagian.. Pembagian ini biasanya kalau suatu target misalnya 200 hari zonder kecelakaan dan 200 hari tidak ada minyak tertumpah dibumi Cendrawasihnya orangIrian Timur.. Lantaran merasa sukses itu karya bersama, maka perasaan sih satu dikasih yang lain juga kedumanan..

Tetapi giliran rejeki kok meleset. Ini Rejeki apa sandal jepit Jumatan,,.

Kami yang ada cuma menonton diam saja. Tidak berusaha minta sebab kalau ditolak malahan nanti “ilfil”… Maka sampai jatah digudang habis, ya tidak kebagian..

Belakangan karena jarak Camp dengan Rig bisa ditempuh dengan 1 jam,  maka kami dibuatkan basecamp baru yang jaraknya sekitar 500 meter. Diimpor langsung dari perusahaan SeaHorse dari UAE (United Arab Emirate). Kecuali satu, TV berlangganan disini justru dimonopoli oleh Indovision… Lama jadi bangsa terpuruk, melihat TV kita mengalahkan  TV Sateit PNG, TV Satelit Australia – malahan muka Olga yang kerap muncul..

Ketika semua penghuni -lomba pindah. Kami hanya diam saja. Maklum merasa belum menerima tawaran untuk pindah maka kami memilih tinggal di camp yang jaraknya 1 jam perjalanan. Bau kamar sudah apek, karena ada 100 orang tinggal disana . Beberapa diantaranya warga lokal ndak suka mandi..

Kami baru pindah setelah dioyok-oyok teman lainnya.. …

Soal Makan misalnya… Teman teman perasaan  cerewetnya bukan main. Ada saja masakan koki yang kurang berkenan. Yang steak rasa sol sepatu pendeknya orang berlomba melatih ketajaman kreasinya dengan “nyacat” mencela masakan…

Bagi saya – prinsipnya ada dimakan tidak ada ya keluarin Kecap Pedas, Sambal Belibis atau bikin Indomie. Tidak perlu bikin ‘Stop Card” kartu pengaduan untuk bilang “makan nggak enak. Tiap pagi kok menunya daging terus… Ganti dong…”

Kan ada pepatah Pandai Menitih Buih agar selamat di tepian…

Beberapa hari lalu, saya didatangi oleh drilling supervisor alias “Company Man” –

“Is Everything Good?”, tanyanya…

Apa lagi sih jawabnya kalau bukan “Good”

Eh dia menjawab “Thats No Good..Non Complainer is No Good”

Kalau kamu tidak protes, bukan berarti semua Okay.. malahan tidak “memperbaiki” keadaan katanya…” – Jadi proteslah..

Wah berabe.. dinegeriku “Diam Itu Emas” – Diam itu Anak Manis eh di PNG menjadi Anak Kambing Congek..

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.