Posted in Uncategorized

Salah Lihat Sampul


TKP…. Kantin..Rig..PN Guinea

Sekitar 04:30 pagi saya sudah nongkrong di ruang Kanten rig…

Masih kepagian…

Soalnya kantin buka service jam 05:00 pagi… Tapi saya lebih suka curi start…Tapi seperti kata JK “Lebi cepat lebi baek”.  Padahal untuk bikin kopi… airpanas “water Urn” statusnya pas untuk raup muka dan bukan buat menjerang kopi.

Tapi jangan mati-akal… masukkan saja kopi dan air dalam gelas lalu panaskan pakai Microwave..

Perasaan saya sudah kepagian untuk sarapan.

Lho kok sudah ada warga duduk dengan sisa makanan didepannya dan segelas kopi “kepul-kepul”… Matanya menatap acara Dono Kasino.. yang sudah barang tentu mereka tidak mengerti bahasanya…Maklum dia warga Lokal (PNG)..

Lelaki seragam Biru ini bukan warga Rig sehari-hari…Ia dan teamnya baru datang kalau ada kerja mendadak atau JOB panggilan…

Job panggilan adalah pekerjaan semi dadakan, misalnya Operasi Geofisika -Wireline, Penyemenan, pemasangan selubung… Mereka datang….kerja.. lalu pulang..balik ke markas…

Melihat lusuh muka, jaket kerja hitam oli, maka saya tanya ….. Operasi MDT sudah selesai atau masih berlangsung….

“Kemarin sih baru digonceng pipa bor..”

Lho kenapa kemarin yang diomongin… Itu sih basi…

Akhirnya saya tanya… “mau ke rig atau dari rig..

Oh ya untuk sekedar informasi… Jarak Rig dengan kantin makan/tidur adalah 500 meter dan lain komplek, lain pagar, lain penjaga..

Antar Rig dengan Komplek dibatasi bukit..

Saya baru bangun… mau ke Rig… – katanya sambil nyeruput kopi.. Dan meninggalkan saya…

Bercak kehitaman nampak dimejanya… ini jelas bekas gemuk ataupun minyak solar..

Ya.. ampun… teman-teman satu Pulau “Irian” ini memang aneh… Baju kotor tinggal ditaruh didepan kamar, besok pagi sudah bersih.. Kok ya tidak dilakukan…

Badan tinggal diguyur air hangat, sabun setiap minggu dibagi entoh susah banget sebagian dari mereka untuk mandi barang sebentar…

Kalau seragam tak dicuci alasannya biar awet, sebab seragam kami memang hanya boleh dicuci sampai 73 kali.. Tapi wong semua gratis…

PN Guinea 19 June 2014

 

 

Catatan: MDT (Modular Dynamic Formation Test = adalah operasi mengambil sample cairan dari lubang bor, uji “kesuburan” – sebuah operasi mahal dengan tingkat kegagalan lumayan tinggi juga…

 

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.