Posted in Uncategorized

Zonder teriakan “Tambo Ciak”


Rumah makan (masakan) Padang yang terletak di jalan Muwardi ancer-ancer tetangga menyeberang dengan pasar Tradisionil Grogol – Jakarta Barat ini merupakan langganan kami sudah cukup lama.

Uniknya bahasa yang dipergunakan sebagai pengganti “Nasi Tambo Ciak” menjadi “Sekule Setunggal Mawon Mas!”

Masakan Padang juga sudah terkenal seantero jagad sehingga ketika Astronot pertama menjejak bumi yang ditanyakan sementara orang, apakah RM Padang sudah buka cabang disana.

Tetapi jangan lupa Warung Tegal – adalah merek dagang jaminan masakan yang Yumi-Yumi.

Maka ketika kedua unsur dahsyat dipertautkan – jadilah rumah makan (masakan) Padang Pondok Minang Grogol salah satunya.

Kedai ini memang dikelola sejenis manusia warung Tegal sehingga untuk lidah macam kami yang kurang suka dengan rasa dominan asin, mau tidak mau mentasbihkan rumah Makan ini menjadi pilihan utama. Bahkan saat mengadakan perhelatan suka dan duka, mereka diminta bantuannya menjadi suplier makanan cepat saji. Bayangkan sekedar Kotak berwarna putih dengan logo rumah Minang berisikan , nasi pulen berbatas plastik, sekantung sambal hijau, ayam pop, rendang, jangan lupa pisang dan krupuk juga dijepret dalam kantong plastik.

Yang masih belum bisa terjawab adalah mengapa Rendang, Tunjang (dengkul sapi), Gulai Otak selalu menu yang disembunyikan. Artinya anda harus berteriak bertanya yang terkesan kurang sopan…

“Mas, sampeyan masih Punya Otak nggak sih…”

Dan yang ditanya akan merenges dan tidak akan marah…

“Kalau Dengkul-mu?”

Andai pertanyaan pertama dijawab “habis..”

Ya sudah, ibarat kata – Habis Otak Terbitlah Dengkul…

September 2014

Author:

Hi.. Mimbar Saputro.. friend call me Mimbar. Live in Jakarta and Bekasi, Indonesia. Above 58 years old, love to write anything, but still afraid write in English. Retired real mudlogger, "promised" Directional Driller coordinator, "promised" mudlogger's Director. Since 6 Januari 2012 - been third time retired. My actual job is drilling rig "mudlogger" - a person who collect information based on drilling shit or cuttings. I like to write about drilling rig, but ones must remember the Oil industry is Tighthole Policy, therefore you cannot tell about your rig too much. After twice got "golden shake hand" another word for "early termination" - they said I am too old for such job, I am working in West Australia, the country where the older is the better. I love working here because the payment good, people nice, food superb. And they did not even bother how old am I as long as I can work, in good shape.Thats all. Hello: Nama saya Mimbar Bambang Seputro, tetapi di Pasport kadung ditulis SAPUTRO. Waktu kecil dipanggil PekBang. Kelahiran Banten Jawa Barat. Sebetulnya cita-cita sih menulis kehidupan saya pribadi sebab setiap orang pasti memiliki riwayat hidup yang bisa dibagikan kepada orang lain. Sayangnya banyak dari kita meninggalkan dunia bak sebuah orkestra indah yang belum pernah diputar karena tidak berani mencoba menulis kehidupannya. Bahkan banyak orang kalau namanya kebetulan mirip dan tersenggol - marahnya bukan main. Padahal apakah cerita kehidupan harus selalu glorius, penuh kemenangan. Banyak kan kita membaca otobiografi seperti sekolah pinter, anak Wedana, anak Orang kaya, Ganteng, ndak pernah salah sementara sayapun juga manusia, punya kelemahan. Saya bekerja di sebuah konsultan perminyakan di Australia. Namanya memang keren "MudLogger" tetapi pekerjaannya mengayak lumpur pengeboran. Setelah lumpur dibuang maka batuan yang sudah menjadi serpih ini kami tata teratur dalam baki kecil dn dilihat dibawah mikroskop. Sisa batuan lainnya kami bungkus dalam kain mori. Lalu kami jemur dibawah terik matahari. Rata-rata berat satu bungkus harus 2 kilogram. Kalau contoh serpih batuan ini sudah kering, kami bungkus dalam kantong plastik seberat 200gram. Biasanya satu set terdiri dari 4 kantong plastik. Dan kantong-kantong ini kami kirim ke pelanggan kami untuk dilakukan pemeriksaan geokimia dan analisa batuan lebih terperinci.